Ketua Projo Pacitan, Kritisi Kunker Gubernur Khofifah. Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Baru Sebaran Covid-19, Dibalik Kunker Ratusan Pejabat Dari Zona Merah
Pacitan, liputan68.com- Kunjungan kerja Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ke Pacitan, mendapat sorotan miring dari Ketua Ormas Pro Jokowi (Projo), John Vera Tampubolon.
Ia menengarai, sebagai kepala daerah di Provinsi Jatim, Khofifah salah tafsir. Sehingga kedatangannya ke Pacitan, hanya terkesan “hura-hura” dengan misi sekedar pepesan kosong.
“Mestinya sebagai kepala daerah, beliau (Khofifah) paham, kalau di Pacitan ini penanganan covid-19 terbilang lemah. Terbukti masih adanya ledakan jumlah kasus covid-19 confirm yang cukup signifikan. Karena itu, sebagai elemen gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemprov Jatim, lebih peka dengan kondisi tersebut.
Bukannya malah datang ke Pacitan dengan menyertakan ratusan pejabat baik dari jajaran pemprov maupun BUMN,” kata John, memberikan sumbangsih pemikiran dibalik kasus covid-19 confirm dan kunker Gubernur Khofifah, Ahad (18/10).
John yang juga mantan legislator berbasis PDIP ini meminta, agar peristiwa tersebut bisa menjadi kajian bagi GTPP Covid-19. Mengingat saat ini Surabaya masuk zona merah sebaran covid-19. Sementara kasus covid-19 confirm di Pacitan sudah tembus 178 kasus. Meskipun angka kesembuhan juga terbilang tinggi, yakni 134 pasien. “Setidaknya peristiwa ini menjadi bahan koreksi dan kehati-hatian kedepannya,” kritik John Vera.
Lain itu, sebagai mata dan telinga Presiden Jokowi di daerah, Projo akan getol menyuarakan persoalan-persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat. Utamanya masalah kesehatan.
John juga mewanti-wanti jangan sampai muncul klaster baru sebaran covid-19 sebagai dampak kehadiran ratusan pejabat dari zona merah sebaran covid-19. “Saya rasa pejabat daerah tidak ikut semua, tidak masalah. Mereka harus bisa memberikan contoh. Memberikan keutamaan, kesehatan warga Pacitan lebih penting, dan utama dari sekedar kepentingan politik,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan