Kupang, LIPUTAN68.com
Walau ditengah pandemi covid-19,tidak mengurungkan semangat Keluarga Mahasiswa Katolik Bunda Segala Bangsa (KMK-BSB) FKIP Undana Kupang untuk melaksanakan bakti kemanusiaan pengabdian masyarakat.
Kegiatan yang bertajuk “Berbagi Kasih Dalam Bentuk Pengabdian Masyarakat Dengan Semangat Tiga Benang Merah” pengabdian masyarakat ini dilangsungkan selama dua hari,dari tanggal 7 hingga 8 November 2020.
Pada hari pertama,KMK-BSB melakukan pembersihan lingkungan pada salah satu tempat wisata di Kota Kupang,Ekowisata Mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap alam yang selama ini terlupakan padahal sudah banyak sekali tercemar sampah-sampah plastik yang sangat mengancam alam karena ulah manusia.
Selanjutnya,pada hari kedua,KMK-BSB melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Kasih Agape, Jln. H.R. Koroh KM 8, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa,Kota Kupang.Di sana KMK-BSB FKIP Undana Kupang mengajar anak-anak panti dan membuat karya seni dari barang bekas.Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi-diskusi menarik,menyanyi dan snack bersama.Walaupun sederhana, tetapi sukacita berlimpah terlihat di wajah teman-teman panti.”Being poor does mean we are useless,we wanna make sura that love give us power to encourage each other”.
Ketua Umum KMK-BSB FKIP Undana Kupang,Apoliano Da Conceciao E Silva,dalam kesempatannya mengajak pemuda dan pemudi,milenial harus mampu menjadi contoh bagi sesama yang lain.
“Kita sebagai kaum milenial harus peduli terhadap dunia dan mampu menjadi contoh bagi sesama yang lain dengan melakukan hal-hal kecil,seperti membersihkan ekowisata ini membantu perkembangan alam dan turut serta membangun perekonomian masyarakat.Juga pada kali ini,kita berbagi kasih kepada saudara-saudari di Panti Asuhan,marilah lakukan hal-hal positif yang berdampak juga pada banyak orang.”ungkap pria sederhana yang akrab disapa Kaka Apoli ini.
