Liputan BERITA

Sekertaris IDI Pacitan : Teori Kedokteran Dibolak-Balikan Oleh Virus SARS-CoV-2

Ditulis oleh Liputan68 pada 31 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Anggapan remeh oleh sebagian masyarakat tentang covid-19, kembali ditanggapi oleh penanggung jawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina, dr Johan Tri Putranto.

Memetikan seniornya yang juga seorang dokter dan bertugas sebagai tim inti penanganan covid-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta, dr Arifin, dalam video berdurasi 8.39 menit, dijelaskan bahwa covid-19 lebih pada kuasa Allah SWT. “Teori kedokteran yang begitu canggih sempat dibolak-balikan oleh virus SARS-COV-2 ini. Sehingga saya berkesimpulan, kalau Covid-19 lebih kepada kuasa Allah SWT,” kata Johan memetikan penjelasan dan pengalaman dari seniornya tersebut, Kamis (31/12).

Mengapa begitu? Menurut Johan banyak hal-hal ganjil atas sebaran virus asal Wuhah, Tiongkok tersebut. Ada cerita, dalam satu keluarga berjumlah lima orang. Suami seorang dokter dan istrinya hanya ibu rumah tangga.

Akan tetapi, justru istrinya yang hampir tidak pernah keluar rumah, namun terinfeksi covid-19. Sedangkan suami dan tiga anaknya negatif dari paparan coronavirus.

Begitupun juga ada satu keluarga, dimana suami dan istrinya positif namun semua anggota keluarga lainnya, termasuk asisten rumah tangga terbebas dari infeksi coronavirus. “Ini yang saya katakan sebaran covid-19 memang aneh dan sulit diketahui. Ilmu kedokteran pun seakan dibolak-balikan oleh karakter coronavirus. Orang yang ada kontak erat justru tidak tertular. Namun mereka yang lebih banyak tinggal dirumah, justru malah terpapar,” cerita dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini.

Lebih lanjut dokter yang juga dipercaya sebagai Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan ini menjelaskan, teori menyatakan bahwa seseorang yang terinfeksi suatu virus, maka kekebalan terhadap virus tersebut akan terbangun dengan sendirinya.

Akan tetapi covid-19 tidak berlaku semacam itu. Pernah ada 17 pendonor plasma, dimana kesemuanya adalah pasien positif covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Namun begitu, dari 17 calon pendonor tersebut, hanya satu yang dinyatakan lolos untuk dijadikan donor. “Sedangkan 16 lainnya tidak lolos, sebab tidak adanya kekebalan dalam tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Ini sangat-sangat aneh dan hanya kuasa Allah SWT,” paparnya.

Karena itu, Johan kembali mengimbau kepada masyarakat luas, untuk bisa lebih meningkatkan keimanan. Ada sebuah cerita di zaman Rasulullah SAW, bahwa suatu saat nanti akan ada hembusan angin lembut yang akan mematikan semua umat muslim.

Coronavirus ini, hanya sebuah ujian kecil, akan tetapi efek dari wabah tersebut hampir semua perekonomian dunia luluh lantak. Jutaan manusia terpapar covid-19, pun jutaan manusia dimuka bumi tewas gegara terinfeksi covid-19. “Semoga mereka yang wafat tergolong syahid, sebab meninggal dunia gegara wabah suatu penyakit. Begitupun yang selama ini terbebas dari paparan covid-19, bisa lebih meningkatkan keimanan.

Saya tegaskan sekali lagi, bahwa covid-19 benar-benar ada dan virus ini sangat ganas dan bisa menyebabkan kematian,” pungkasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian