Setengah Periode Sumut Bermartabat, Pembangunan Sarana Publik Belum Nampak

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Untuk membuktikan bahwa kita sudah memasuki wilayah Provinsi Sumatera Utara tidak perlu melihat dan membaca tapal batas atau tugu batas provinsi, cukup dengan merasakan jalan-jalan yang kasar, bergelombang dan berlobang, maka dipastikan kita sudah di Sumut. Betapa jauh berbedanya kualitas jalan-jalan di Sumut dibandingkan dengan provinsi tetangga seperti Aceh, Sumbar dan Riau.

“Jalan-jalan mantab dan bermartabat sebagaimana yang menjadi salah satu program prioritas Edy Rahmayadi jauh panggang dari api, malu kita sebagai warga Sumut dengan warga dari provinsi-provinsi tetangga kita” ujar Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Ustad Syahrul Siregar saat memberikan siaran persnya pada Selasa (16/2/2021) tentang penilaian dan evaluasi setengah periode Edy Rahmayadi sebagai Gubsu masa jabatan 2018-2023.

Selanjutnya, Ustad Syahrul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut menyatakan bahwa selama Edy menjadi Gubsu pembangunan infrastruktur, utamanya fasilitas dan sarana publik yang dibutuhkan masyarakat sebagaimana dijanjikannya masih belum terlaksana.

‘’Setengah periode Gubsu, hanya banyak membangun retorika, masih belum nampak membangun insfrastruktur untuk kepentingan rakyat. Rencana yang disusun untuk membangun berbagai prasarana untuk kepentingan rakyat masih banyak yang belum terwujud, kalau pun ada, hanya mampu membangun jalan provinsi sepanjang 89,16 Km, ’’ tandas Ustad Syahrul

Selain itu, Ustad Syahrul yang terpilih sebagai Anggota DPRD Sumut dari Dapil Tabagsel ini mengungkapkan bahwa jalan-jalan provinsi menuju objek wisata dan sentra-sentra ekonomi di Sumut sebagian mengalami kerusakan yang parah, hal ini sangat disayangkan karena dapat mengurangi PAD di Sumut

“Ironisnya jalan-jalan menuju tempat wisata dan sentra ekonomi seperti ke Bukit Lawang, Tangkahan, menuju Danau Toba, Pematangsiantar menuju Raya dan Pelabuhan Tiga Ras, masih banyak yang rusak dan tidak mulus, ini merugikan PAD Sumut, syukur saja kita punya Presiden Jokowi yang membangun jalan Tol sehingga menutupi ketidak-becusan Edy Rahmayadi dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan,” ungkap Ustad Syahrul

Sebagaimana diketahui bahwa Presiden Jokowi sangat perduli terhadap pembangunan di Sumut, seperti pembangunan Jalan Tol Medan menuju Tebing Tinggi, Binjai, Stabat, Indra Pura, Pematangsiantar dan Samosir yang sebagian sedang tahap pengerjaan dan rencana selesai akhir tahun 2022. Kemudian pembangunan lajur Kereta Api menuju Sigambal Labuhan Batu dan juga pembangunan Pelabuhan di Mandailing Natal untuk selanjutnya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

“Dalam membangun, Jokowi tidak memilah-milah antara yang memilih dan tidak memilihnya, demi kepentingan rakyat dan kebutuhannya maka ia bangun, tidak perduli rakyat setempat memilihnya atau tidak, tapi berbeda dengan Gubsu, yang tidak melakukan apa-apa di Tabagsel, padahal dipilih oleh 85 % masyarakat Tabagsel. Ironisnya, Gubsu malah memarahi dengan kasar para ulama yang datang meminta petunjuk untuk pendidikan tatap muka di Madina, sungguh menyayat hati,” imbuh Ustad Syahrul Efendi Siregar yang juga menjabat Ketua Baitul Muslim Indonesia Sumut.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *