Liputan DAERAH

Kerinduan Untuk Bersua Tercapai Saat Reuni nanti Angkatan 2006 IAIN Sultan Amai Gorontalo

Ditulis oleh Liputan68 pada 12 Maret 2021 • ⏱️ 2 Menit Baca

Gorontalo, Liputan68.Com | Penuh Kenangan bersama teman-teman ex jurusan Kependidikan Islam Fakutas Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo merupakan kenangan yang begitu istimewa dan akan selalu ada kerinduan untuk bisa kembali kesana untuk mengulang sejengkal demi sejengkal memori yang dulu pernah dilalui bersama teman teman jurusan kependidikan islam (K.I). Jumat 12/3/2021

Salah satu guru ASN Kota Gorontalo juga alumni dari Jurusan Kependidikan Islam tahun 2011 Hendra Lanti S.Pdi kini menceritakan kisah saat masa-masa kuliah di kampus IAIN Sultan amai Gorontalo merupakan salah satu moment yang akan sangat sulit untuk dilupakan, karena dimasa itu suatu fase dimana seseorang dari pemikiran yang masih polos tumbuh menjadi manusia yang berintelektual.

“Lalu kata Hendra saat di wawancarai awak media liputan68.Com dimasa kuliah itu pula suatu fase dimana seseorang dari pribadi remaja menjadi lebih dewasa dan berkarakter. ada banyak kenangan saat masih kuliah mulai dari kenangan bersama teman-teman, kenangan tentang begitu beratnya perjuangan dikala itu”

FOTO Sekarang : Hendra Lanti S.Pdi.

Memang tidak akan pernah terulang kembali. Teman-teman yang dulu pernah mewarnai hari-hari disuasana itu juga memang tak akan pernah hadir kembali. “Jelasnya”

“Namun meskipun kini itu semua tak akan pernah terulang kembali. Semua memori itu masih melekat erat dalam otak kita, serta telah kita patenkan di dalam hati yang paling dalam. Tak akan pernah bisa melupakan kisah – kisah masa lalu yang benar-benar pernah membuat hati ini indah rasanya”

Dunia perkuliahan waktu dijurusan kependidikan Islam (KI) telah mengajarkan saya dan teman teman lainnya banyak hal. Mengajari arti dari toleransi, agar kelak di dunia sesungguhnya diri ini tak egois dan merasa paling benar diantara yang lainnya.

Mengajari arti dengan rendah hati, agar diri sendiri tak bersikap sombong dan angkuh kepada sahabat – sahabat lain, mengajari kita arti dari sebuah cinta dan perpisahan pula. Teman-temanku yang mewarnai hari-hari itu benar-benar memberikan arti perahabatan yang sesungguhnya.

Namun ia juga mengajarkan sebuah arti perpisahan dan melepaskan. Karena hidup ini tak selamanya untuk memiliki. Adakalanya semua yang kita miliki saat ini harus kita lepas dan berikan kembali kepada pemilik yang sesungguhnya. “Ungkapnya”

Ya Allah, ya tuhanku…..

Aku rindu masa-masa itu. Aku ingin kebahagiaan itu kembali. Bisakah masa-masa itu terulang kembali? Masa-masa indah bersama canda dan tawa mereka yang penuh dengan kebahagiaan? Tuhan izinkan aku untuk mendapatkannya kembali. Mendapatkannya kembali adalah sebuah keajaiban yang benar-benar tak akan pernah terlupakan bagiku.” “Ujarnya”

Hingga akhirnya Alhamdulillah setelah bertahun-tahun lama terpisah, kita bisa terkumpul lagi lewat giat silaturahim Group whatsApp Saya berharap di reuni ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antar sesama alumni dan lewat momen ini kita kembali bersatu, kembali mengingat perjuangan kita bersama dalam balutan putih biru lalu.

β€œTentu akan terselenggaranya giat nostalgia reuni angkatan 2006 IAIN Sultan amai ini berkat keterlibatan semua pihak baik dari teman-teman Jurusan kependidikan Islam dan teman – teman fakultas lainnya yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan saran-sarannya, sehingga giat reuni angkatan 2006 ini insya allah bisa terealisasi dengan baik.

Saya juga memohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan. Selain grup WA, kami juga memiliki grup facebook sebagai wadah kita pererat tali silaturahmi membangun masa depan kian pasti. “Pungkasnya” Jumat 12/3/2021. (Red/Zull)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian