Liputan BERITA

TPP ASN Di Pacitan Terancam Beku? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 November 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Ribuan pegawai struktural Pemkab Pacitan, harus lebih bersabar menunggu pencairan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) bulan November. Hak penghasilan yang mestinya mereka terima pada kisaran tanggal 15 setiap bulannya itu, besar kemungkinan bakal ngendon di kas daerah.

Pasalnya, sampai saat ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM setempat masih terkendala melaksanakan rekapitulasi elektronik presensi maupun elektronik kinerja mengingat ada kendala jaringan dan alat presensi elektronik yang dikabarkan bobrok.

“Servernya e-kin dan e- presensi ada di Dinas Kominfo pak (wartawan). Dan itu yang menjadi kendala sehingga belum selesai rekapitulasi e-kin dan e-presensi sebagai dasar pencairan TPP,” kata Kabid Penilaian ASN, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM setempat, Novia Wardhani, di sela-sela pengawasan ujian tulis calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), Selasa (21/11).

Sementara itu sumber media di lingkungan Pemkab Pacitan menambahkan, setiap terjadi kendala mengenai server atau jaringan, selalu memakan waktu cukup lama. Itu dikarenakan, Pemkab Pacitan melakukan unjuk kerjasama dengan salah satu vendor yang ada di Bandung.

“Ya seperti ini akibatnya. Sebab vendor berada jauh di luar daerah. Sementara kuncinya ada di mereka. Setiap ada kendala server ya seperti ini, lama waktu maintenance’nya,” terang sumber yang meminta tidak dikorankan namanya.

Sumber tersebut menegaskan, semua jaringan berbasis digital yang ada di Pemkab Pacitan, ada di Dinas Komunikasi dan Informatika. Akan tetapi sekali lagi mereka tak bisa berbuat banyak, sebab pemegang kunci teknologinya ada di Bandung.

“Bukan hanya persoalan e presensi atau e KIN, tapi semua aplikasi Pemkab ada di Dinas Kominfo. Seperti aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) juga ada di mereka. Tapi, Kominfo nggak bisa berkutik. Sebab pemegang kuncinya ada pada vendor yang berdomisili di Bandung. Ini yang mestinya di evaluasi ulang,” ujar sumber tersebut.

Sementara Kepala Dinas Kominfo setempat, Dodik Sumarsono, belum bisa dikonfirmasi media. Saat dihubungi melalui sambungan telepon belum direspon. “Masih ada giat,” kata Dodik singkat melalui jaringan pribadi aplikasi chatting WhatsApp. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian