GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Akan Kirimkan 280 Sampel Swab Ke Pemprov Jatim
Pacitan, liputan68.com- Puluhan pasien positif covid-19 dari Pacitan, saat ini masih menjalani perawatan yang tersebar di banyak tempat. Selain di wisma atlet, Lingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo, juga ada di RSUD dr Darsono Pacitan.
Selain itu, jumlah pasien yang tercatat sebanyak 49 orang tersebut, sebagian diantaranya juga ada yang dirawat di beberapa rumah sakit, yang ada di Surakarta, Yogyakarta, Malang dan Dolopo, Madiun. “Total pasien positif covid-19 ada 171 orang. Meninggal 4 orang, sembuh 113 orang dan selebihnya masih menjalani pemantauan dan perawatan. Ini perhatian serius bagi gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) covid-19,” ujar juru bicara tim komunikasi publik GTPP covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, usai menggelar rakor bersama GTPP, Selasa (13/10) petang.
Rachmad mengungkapkan, bahwa kasus covid-19 confirm di Pacitan, menunjukan tren sangat mengkhawatirkan. Sebab selama bulan Oktober sampai dengan tanggal 13 Oktober ini, sedikitnya sudah ada penambahan sekitar 60’an pasien positif covid-19.
Kemudian, berkaitan dengan persoalan tersebut, GTPP juga telah melaksanakan rapid diagnotic test (RDT) sebayak 7.174, yang dimulai sejak awal pandemi sampai dengan saat ini. “Dari hasil tersebut, non reaktif sebanyak 6.843, dan reaktif sebanyak 3.301 sampel. Selain itu, GTPP juga telah melaksanakan tes swab/PCR sebanyak 3.146. Negatif ada 2.401, positif 282 orang sampel,” jelasnya.
Sementara sampai detik ini, lanjut Rachmad, GTPP masih menunggu sampel swab yang dilaksanakan oleh Pemprov Jatim sekitar 400”an. “Nanti malam juga akan dikirim ke Surabaya sebanyak 280. Simpanan kita masih sangat signifikan adanya,,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini.
Perkembangan covid-19 di Pacitan, pada April lalu ada empat kasus, Mei ada 10 kasus, Juni 10 kasus, Juli 32 kasus, Agustus dan September turun. Dimana Agustus hanya terjadi 28 kasus, dan September terjadi 25 kasus. “Dan pada pertengahan Oktober ini ada penambahan 62 kasus. Dari peningkatan kasus yang siginifikan ini, GTPP akhirnya melakukan evaluasi,” jelas Rachmad.
Dari hasil evaluasi tersebut, tegas Rachmad, sudah ditentukan klaster sebaran covid-19. Yaitu yang pertama, klaster Sukolilo, Surabaya, ada lima kasus dan sudah dinyatakan sembuh semuanya. Kemudian klaster Pondok Pesantren Al Fattah, Kecamatan Karas, Temboro, Magetan sebayak 10 kasus dan sudah dinyatakan sembuh.
Klaster perusahaan plat merah di Sudimoro, ada sekitar 35 dan sudah dinyatakan sembuh dan meninggal satu orang, klaster tenaga kesehatan ada dua kasus, dan sudah sembuh semuanya.
Kemudian yang baru, sesuai gelar perkara yang sudah dipaparkan di GTPP, yaitu klaster lain-lain sebanyak 71 kasus. “Klaster baru yang ditentukan oleh GTPP yaitu klaster perbankan. Dimana, sampai saat ini sudah dinyatakan 40 positif. Empat dirawat, 35 diisolasi dan satu meninggal. Syukur Alhamdulillah, sampai saat ini kita masih ada di zona kuning sebaran covid-19,” jlentrehnya.
Rachmad.mengingatkan sekalipun masih berada di zona kuning, namun warga masyarakat diimbau untuk menghindari dari kerumunan massa. “Saat ini Pacitan, masuk urutan ye ke-36 sebaran covid-19 di Jatim, dengan jumlah sebanyak 171 pasien positif covid-19. Berdasar hasil evaluasi GTPP, satu kecamatan, yakni Pacitan, berada di zona merah. Zona orange ada di Kecamatan Ngadirojo, Tulakan dan Tegalombo. Yang lainnya ada di zona kuning, yaitu dengan penularan rendah.
Sedangkan desa terpapar ada 24 desa, dan aman 143 desa,” jelasnya.
Berkaitan dengan klaster perbankan, GTPP sudah melaksanakan 965 tes swab/PRC. Dimana dinyatakan positif 40 orang, dan negatif 460 orang. Dalam proses ada 400’an, dan sore ini akan mengirimkan sampel sebanyak 280. “Total swab yang belum keluar ada 600′,an lebih. Semoga hasilnya negatif.
Untuk ketersediaan ruang di wisma atlet masih cukup banyak. Tingkat hunian baru sekitar 32 persen. Seandainya ada penambahan kasus, masih tersedia ruang cukup banyak,” tukasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan