Jelang Pileg dan Pilpres, “Redenominasi Politik” Diduga Mulai Berlangsung. Ini Pendapat Rocky Gerung’nya Pacitan
Pacitan,Liputan 68.com- Seiring dekatnya hari H pencoblosan pada perhelatan Pileg dan Pilpres 2024, “redenominasi politik” ditengarai mulai berlangsung.
Itu berkenaan dengan cost politik pemilih. Dulu kala, lembaran seratusan ribu dibilang cukup fantastis untuk uang saku pemilih ketika mereka diajak kongkow-kongkow oleh caleg.
Namun sekarang, badai redenominasi mulai melanda. Uang 100 ribu seakan tiada arti.
“Dilapangan kayaknya uang 100 ribu dari caleg untuk pembelian biting DPRD Pacitan sudah bergeser ke arah 200 ribu,” ujar kritikus Pacitan, Sutikno memberikan pendapat, Selasa (2/1).
Menurut aktivis pergerakan yang dijuluki sebagai Rocky Gerung’nya Pacitan ini menduga badai redenominasi politik jamak berlangsung di daerah pemilihan Pacitan-Pringkuku atau Dapil Pacitan 1.
“Hal ini ditemukan dibeberapa desa di Pacitan khususnya di Dapil 1 Pacitan-Pringkuku,” sebut kritikus yang juga seorang wartawan senior sebuah media daring lokal terkemuka ini.
Namun demikian, lanjut dia, cost politik senilai Rp. 200.000 itu diduga kuat juga lekat dekat konsekeunsi logis bagi penerimanya. “Uang tersebut akan diberikan oleh caleg tatkala pemilih bisa memperlihatkan cepretan foto didalam bilik suara nanti,” bebernya.
Kondisi inilah yang menurut Gus Tik, begitu ia akrab disapa yang membuat dilema bagi pemilih. Jika praktik menyimpang tersebut tertangkap Panwas atau dilaporkan pihak tertentu bisa dipastikan akan berhadapan dengan hukum dan tidak tertutup kemungkinan hotel prodio jadi jujugannya.
“Disatu sisi, caleg memang serba salah, diberi uang 100.000 dengan harapan dipilih, tapi faktanya tidak demikian, uang ditrima coblosan lain cerita..
Maka tidak heran kalau caleg sekarang lebih berani memberi imbalan tapi pasti dengan cara berbahaya,” beber Gus Tik. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan