Liputan BERITA

Rocky Gerung’nya Pacitan Sebut: Bupati Aji Tidak Ada Lawan, Pemiliih Pacitan Masih SBY Banget?

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Januari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com-Sebagaimana istilahnya, pesta demokrasi, semestinya diwarnai kemeriahan. Namun fenomena ini kali sangat jauh berbeda, dengan perhelatan pesta demokrasi sebelumnya.

Sepuluh bulan jelang pelaksanaan Pilbup serentak, namun euforia menyambut pemilihan calon pemimpin di daerah tersebut, terkesan sangat sunyi.

Para bakal calon bupati ataupun wakil bupati, seakan bersembunyi atau mungkin gamang menampakkan batang hidungnya.

Hanya bakal calon petahana, Raden Mas Tumenggung Indrata Nurbayuaji yang sudah bersiap menghadapi pesta lima tahunan tersebut.

Fenomena kesunyian ini seakan mengisyaratkan kalau Bupati Aji (Indrata Nurbayuaji) sulit mendapat lawan politik untuk beradu nasib melalui pemilihan langsung, November mendatang.

Salah seorang pengamat politik di Pacitan, Sutikno mengatakan, sesuai regulasi, bicara Pilkada serentak Tahun 2024, sebenarnya belum waktunya. Itu mengingat, representasi partai politik bisa mengajukan pasangan calon atau tidak, baru bisa dilihat usai pelaksanaan Pileg, Februari mendatang.

Namun demikian bagi tokoh yang ingin maju sebagai kepala daerah, baik bupati/wali kota atau gubernur biasanya jauh hari sudah mendeklarasikan diri maju sebagai kepala/wakil kepala daerah.

“Tujuannya, jauh hari tokoh sudah bisa mengenalkan diri ke masyarakat sambil menunggu peluang-peluang politik,” kata praktisi media yang akrab dijuluki sebagai Rocky Gerung’nya Pacitan ini, Senin (8/1).

Contohnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emiel Dardak, saat ini sudah dilaporkan diusung Partai Demokrat dan PKB. “Padahal hasil pemilu masih belum diketahui, apakah Demokrat dan PKB akan memenuhi syarat ikut mengusung seorang calon atau tidak.

Yang justru menarik perhatian saya, kabupaten seperti Pacitan yang masih tampak adem ayem, kalau toh ramai baliho, cuma baliho caleg atau Pilpres. Sedang tokoh yang akan ikut Pilkada di Pacitan belum ada sama sekali,” jelas wartawan senior yang juga akrab disapa Gus Tik ini.

Padahal 3 tahun yang lalu, sambung dia, pilkada masih rentang waktu satu tahun, sudah banyak tokoh yang ancang- ancang ikut macong bupati. “Saya menduga Pilkada Pacitan Tahun 2024 sudah tidak menarik hingga sepi peminat,” tutur Gus Tik.

Tidak menariknya bursa Pilkada Pacitan ada beberapa hal yang perlu dicermati. Yang pertama, Bupati Indrata Nur Bayuaji dinilai masyarakat Pacitan saat ini masih terlalu kuat untuk dilawan.

Tokoh- tokoh yang ingin melawan atau maju masih berpikir dua kali jika melawan kubu Demokrat yang nota bene punya tradisi bisa mengusung calon lebih dari satu periode.

Kemudian Kabupaten Pacitan dan kota- kota yang menjadi basis konstituennya seolah sudah menjadi tradisi milik partai tertentu.

“Nah dari pembicaraan ini, yang Insyaa Allah sesuai tradisi dan fakta -fakta politik sebelumnya , maka Pilkada di Pacitan tahun 2024 bisa jadi Bupati Aji tidak ada lawan,” kata Gus Tik.

Memang di internal Partai Golkar Pacitan ada satu kader militannya, Gagarin, yang bisa bersaing dengan Mas Aji. “Tapi takut saya nasib Gagarin yang juga Wabub tersebut akan sama dengan pilkada tahun 2020 dimana Gagarin tidak direkom untuk berlaga ditingkatan Bupati.

Dan jika ini terjadi maka bisa saja Pilkada Pacitan akan suram politik, yang ujungnya menerapkan petahana lawan bumbung kosong. Pemilih Pacitan itu masih SBY banget, kemana arah SBY itulah yang diikuti, sekalipun tidak secara keseluruhan,” tegas dia. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian