Liputan BERITA

Sebulan Jelang Coblosan, Dedi Nitti Optimis Perjuangkan Pasar Tradisional dan Guru Honor di Kabupaten Kupang

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Januari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca
Dedi A. G. Nitt, SE

NTT, Liputan68.com- Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terhitung tinggal sebulan lagi. Tepatnya, digelar serentak pada 14 Februari nanti.

Pada 14 Februari 2024 mendatang masyarakat akan terlibat dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum.

Nantinya akan ada 5 surat suara, yakni surat suara Presiden Wakil Presiden warna abu-abu, DPR RI warna kuning, DPD warna merah, DPRD Provinsi warna biru dan DPRD Kabupaten/Kota warna hijau.

Dalam waktu sebulan lagi coblosan, gereget para kandidat semakin terasa, berbagai program, inovasi dan gagasan unggulan gencar ditawarkan.

Misalnya hal konkrit yang akan diperjuangkan Calon Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Dedi A. G. Nitt, SE.

Caleg dari Partai Gelora nomor urut 7 ini berjanji akan memaksimalkan lokasi pasar-pasar tradisional.

Dedi Nitti yang saat ini selaku Ketua Organisasi Federasi Serikat Guru Kabupaten Kupang periode 2020-2025 juga sedang memperjuangkan nasib guru tenaga kontrak/honor.

“Saya bertekad maju lagi dengan berbagai hal yang akan diperjuangkan, pertama pasar-pasar tradisional, pasar-pasar desa di daerah Amarasi Kabupaten Kupang itu sudah mati suri selama ini, kemarin coba memperjuangkan untuk dihidupkan kembali salah satu pasar, yaitu di desa Oekabiti ternyata gagal, sempat jalan dua kali terus gagal karena banyak petani lebih memilih menjual langsung dagangannya ke pasar Oesao, dari sini saya terdorong untuk maju dan bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Kupang untuk hidupkan kembali pasar-pasar tradisional yang sudah mati suri,” ucap Pria Kelahiran Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang ini.

Selain itu menurutnya hal utama yang harus diurus di Kabupaten Kupang adalah kesejahteraan tenaga pengajar.

“Yang kedua anak-anak lulusan S1 di Amarasi sangat banyak tetapi tidak diperhatikan, bahkan guru-guru kontrak datang menghonor, lalu tiap 3 bulan dikasih upah Rp200.000, nah kalau misalkan Tuhan mengizinkan saya untuk maju lagi dan terpilih untuk memperjuangkan hak-hak maka kedua hal ini saya akan membantu melobi melalui Pemda, ” tutur Caleg DPRD Kabupaten Kupang Dapil 4 dari Partai Gelora nomor urut 7 ini.

Menurutnya, guru walaupun tidak dikontrak cukup honor pun harus setara dengan hasil kerja mereka.

“Jika Tuhan berkehendak, saya akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), bergandengan tangan untuk nasib anak-anak kita ini, ” ujar Ayah 3 anak ini (4/1/2024).

Lebih jauh Dedi optimis soal dukungan keluarga yamg begitu besar.

“Untuk dukungan dari keluarga sejauh ini saya sangat optimis, keluarga bersepakat bersama tunggal dukungannya kepada saya sendiri. Harapan pribadi saya adalah restu dari Yang Kuasa untuk saya bisa kembali ke kursi DPRD dan boleh membawakan aspirasi suara rakyat,” ungkap Dedi.

Dedi juga mengatakan, hidupnya sejalan dengan mottonya.

“Saya berkomitmen dengan motto saya, yakni bagaimana caranya saya bisa hidupi diri sendiri terutama keluarga dan orang-orang disekitar saya,” pungkas Dedi Nitti.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian