Demokrat Bisa Keder. Golkar-PDIP dan PKB Bentuk Poros Politik Baru Tandingi Jago SBY Di Pilbup Pacitan?
Pacitan,Liputan 68.com- Pemilihan umum bupati dan wakil bupati yang akan dilaksanakan 27 November mendatang, akan menentukan siapa pemegang kendali tertinggi pemerintahan di daerah.
Pun di Kabupaten Pacitan, yang hampir selama dua dekade ini, kendali pemerintahan tertinggi ada di tangan bupati yang diusung partai politik milik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu Demokrat.
Kuatnya akar Demokrat yang lama bercokol di bumi wengker kidul tersebut, tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemantik partai-partai lain, untuk menyiapkan skenario perlawanan di Pilbup mendatang.
Partai diluar Demokrat, bisa jadi akan membuat aksi koalisi besar yang berpotensi membesut poros politik baru, untuk melawan kekuatan sang juara bertahan tersebut.

Salah seorang pengamat politik lokal, Achmad Sunhaji berpendapat, kekuatan super power, saat ini tengah disiagakan kembali oleh Demokrat.
Sehabis meraih kemenangan di Pileg, gencatan senjata tak akan dilakukan oleh partai berlambang Bintang Mercy tersebut.
Justru sebaliknya, kekuatan full akan kembali mereka kerahkan menghadapi pemilihan umum selanjutnya. Apalagi di Pilbup ini, resultantingnya yaitu kekuasaan tertinggi di eksekutif. “Demokrat dengan icon SBY dan AHY serta EBY jelas akan mengerahkan segenap kekuatannya untuk kembali meraih kemenangan di Pilbup.
Alasan inilah yang saya sampaikan, kenapa jago Demokrat masih sulit terkalahkan,” kata mantan politikus gaek dari Partai Golkar ini, Sabtu (2/3).
Namun begitu, segala kemungkinan masih saja terjadi. Partai-partai di luar Demokrat tak semudah itu menerima kekalahan sebelum bertanding sampai di titik darah penghabisan.
Seperti Golkar dengan icon Gagarin misalnya. Meski tak lolos parliamentary threshold untuk mengusung pasangan calon, menurut Sunhaji, mereka masih punya kesempatan mencetak poros politik bersama PDI-P atau dengan PKB.
Demikian juga dengan PKS, PPP, NasDem dan Gerindra, yang hanya memperoleh satu atau dua kursi DPRD, mereka juga bisa putar haluan untuk bersekutu dengan PDI-P, Golkar dan PKB.
“Kalau prediksi ini benar terjadi, Demokrat akan mendapat lawan tanding yang cukup berat. Apalagi di tubuh PKB sendiri, ada kader baru yang juga sukses mendapat kursi parlemen, dan diisukan siap untuk maju di gelanggang Pilbup sebagai bakal calon wakil bupati,” ungkap pria yang dijuluki sebagai legend politik Pacitan itu.
Siapa kader dimaksud? Sunhaji sempat sebut nama, dia adalah Dodik Prahcoyo pemilik usaha Margono Farm yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.

Baru coba-coba di dunia politik, sambungnya, namun ia mendapatkan hasil gemilang dengan dukungan suara mencapai 6.500’an lebih dan memuluskan jalannya menuju gedung parlemen di Pacitan.
“Kasak-kusuknya, beliau (Dodik Prahcoyo, Red) juga di backup full oleh salah satu perusahaan oto bus terkemuka tanah air untuk maju di Pilbup nanti. Nggak tanggung-tanggung, 50 miliar disiapkan untuk menghadapi pentas pemilihan bupati dan wakil bupati,” ungkap Sunhaji.
Wacana diatas bisa jadi akan menjadi kekuatan cukup besar, apabila disandingkan dengan Gagarin, sebagai bakal calon bupatinya.
Sunhaji juga menepis, jika seandainya Capres Prabowo Subianto akan ikut cawe-cawe di Pilbup Pacitan. Sekalipun sang Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini masuk di Kabinet Indonesia Maju, pimpinan Presiden Jokowi.
“Nggak lah kalau Prabowo cawe-cawe di Pacitan. Partai Pak Wowo (Gerindra) terpuruk di Pileg lalu, hanya dapat satu kursi DPRD. Ya nggak ada untungnya turun ke Pacitan sekalipun di Pilpres mendapat suara terbanyak,” tandas Sunhaji. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan