Liputan BERITA

Kebangeten Sekali, Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran Masih Banyak Di Jumpai Bopeng Jalan Di Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 April 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Lima hari jelang lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah/Tahun 2024, masih banyak dijumpai bopeng jalan yang tersebar sporadis di sejumlah ruas jalan nasional di Pacitan.

Sebut saja seperti di sepanjang Jalan Gatot Subroto, tepatnya di kawasa Buk Dhuwur dan di depan Apotik Cuik.

Pantauan wartawan di lapangan menyebutkan, kira-kira sepekan lalu, memang pernah ada langkah perbaikan penambalan bopeng jalan.

Namun demikian, pelaksana dilapangan ditengarai kurang teliti. Sehingga sampai detik ini masih banyak dijumpai bopeng jalan yang menganga dan sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas, utamanya kendaraan roda dua.

Apalagi ketika turun hujan, lubang jalan tak terlihat lantaran tertutup genangan air. Meski begitu, tak segera ada perbaikan atau penambalan ulang hingga lima hari menjelang hari raya.

Selain masalah bopeng jalan, diruas jalur Pacitan-Punung, tepatnya di seputaran Dusun Kali Pucung, kegiatan perbaikan jalan juga perlu diperhatikan soal pengaturan lalu-lintas, utamanya saat malam hari.

Mengingat, banyak kendaraan yang terjebak karena tidak ada petugas dari pelaksana kegiatan, yang mengatur arus buka-tutup jalan.

Ahmad, salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sepanjang jalan Gatot Subroto mengatakan, agar secepatnya lubang jalan yang saat ini masih mengangga untuk segera di tambal.

“Sangat berbahaya Mas (wartawan, Red) kalau nggak segera ditutup. Apalagi nanti pas banyak pemudik yang kurang paham medan jalan,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (5/4).

Hal yang sama juga disampaikan, Elis. Ia yang pada Kamis malam kemarin melintas dari arah Punung-Pacitan, mengaku sempat terjebak karena tidak ada petugas yang memberi apa-apa.

“Pas sampai ditengah, pekerja proyek menyemprot jalan hingga debunya bertebaran. Sampai-sampai kendaraan yang saya kendarai terkena debu dan menutupi kaca depan. Sehingga pandangan menjadi gelap karena tertutup gumpalan debu.

Ini sangat membahayakan, apalagi saat malam hari. Harusnya ketika ada kegiatan proyek jalan seperti itu, ada petugas buka-tutup jalan yang memberi aba-aba. Bukannya dibiarkan seperti itu,” terang Elis, melalui sambungan telepon seluler.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan wartawan belum bisa mengkonfirmasi pihak berkompeten berkaitan dengan lubang jalan dan kegiatan proyek pengaspalan jalan, tanpa pengaturan arus buka-tutup jalan saat malam hari. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian