Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, Pemkab Pacitan Dan DLH Pemprov Jatim Gelar Aksi Kolaborasi Bersih Pesisir. Ini Pesan Bupati Aji Terkait Pengelolaan Sampah
Pacitan,Liputan 68.com- Kepedulian Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji terhadap kebersihan lingkungan pantai, patut mendapat apresiasi.
Tak ayal, berkat kegigihan bupati berlatar Partai Demokrat ini, dalam menjaga kebersihan dan keindahan pantai, hingga berujung digelarnya aksi “Kolaborasi Bersih Pesisir” yang di pusatkan di kawasan Pantai Pancer Door, Selasa (11/6).
Pada aksi tersebut, selain melibatkan perangkat daerah dari Pemprov Jatim, Pemkab setempat, BUMN, pihak swasta dan juga masyarakat serta pelajar.

Hampir seribuan lebih masyarakat dari berbagai komponen terlibat langsung dalam aksi kolaborasi bersih pesisir ini kali.
Aksi tersebut juga sebagai refleksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 dengan mengambil tema “Peduli Lingkungan Peduli Masa Depan. Kita Membutuhkan Bumi Yang Bersih Tanpa Pencemaran”.
Dalam sambutannya, Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji) mengajak kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya mereka yang dari luar daerah agar meluangkan waktunya untuk berkunjung ke sejumlah pantai yang ada di Pacitan.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Pacitan ini juga mengajak berkunjung ke Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di kawasan jalur lintas selatan. “Tidak semua kabupaten/kota di Jatim ini memiliki pantai. Karena itu manfaatkan waktu hari ini untuk berkunjung ke pantai-pantai yang ada di Pacitan,” kata Bupati Aji.
Mantan Ketua DPRD Pacitan ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup, Provinsi Jatim yang telah menyelenggarakan kegiatan Kolaborasi Bersih Pesisir dan di pusatkan di Pacitan.
Menurut bupati, negara-negara di dunia ini telah mengikuti konvensi di Paris, termasuk negara Indonesia. Dan di Tahun 2050, semuanya sepakat bergerak menuju net zero emission. Salah satunya yaitu Indonesia.
“Negara tidak mungkin melakukan itu semuanya. Butuh bantuan dari Provinsi. Provinsi tidak akan mungkin mengatasi semuanya itu sendiri, butuh bantuan dari Kabupaten.
Kabupaten pun tidak bisa mengatasi itu sendiri. Butuh bantuan dari desa-desa dan kelurahan serta panjenengan semuanya yang ada disini,” bebernya.
Bupati Aji juga menegaskan, bahwa masalah sampah adalah masalah bersama. Sehingga dibutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. “Masalah sampah ini anggarannya ada dan InsyaAllah akan kita tingkatkan. Akan tetapi kami lebih cenderung dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat.

Karena masalah sampah ini adanya dari hulu sampai ke hilir. Seperti di Pancer Door ini, masalah sampah tidak hanya berasal dari masyarakat yang ada disini, bukan hanya dari wisata yang berkunjung disini, tapi juga dari masyarakat yang di kota, di desa yang sampahnya terbawa dari sungai kemudian sampai ke pantai Pancer Door.
Ada juga mungkin kita mendapatkan kiriman sampah dari negara-negara yang lautnya berbatasan dengan Pacitan atau Indonesia ini. Jadi InsyaAllah kalau permasalahan sampah itu selesai di tingkat desa, syukur di tingkat warga atau dirumah masing-masing, maka kita tidak perlu mengadakan bersih pantai. Karena pengelolanya sudah selesai di tingkat desa.
Harapannya kedepan ke arah sana. Maka, mari kita jaga terus semangat kita. Yang paling utama adalah, kepada diri kita sendiri dan generasi dibawah kita. Anak-anak kita ini yang paling penting, bagaimana bisa sadar permasalahan sampah,” tegas Bupati Aji. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan