Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-79, Bupati Aji Bakal Selenggarakan Pameran Literasi Obyek Kemajuan Budaya Pacitanian.
Pacitan,Liputan 68.com- Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro sangat concern nguri-uri budaya lokal sebagai salah satu icon pengembangan daerah.
Karena itu, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79, orang nomor satu di Pacitan ini akan menggelar pameran literasi obyek kemajuan budaya Pacitanian.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pacitan, Amad Topan, bupati menginginkan agar beraneka ragam budaya yang ada di Kabupaten Pacitan, bisa dijadikan sebagai media edukasi sehingga tidak akan mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman dan peradaban kekinian.
“Pameran ini akan dibuka oleh Pak Bupati, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 nantinya,” ujar pejabat yang lebih populer dengan panggilan Gus Mad ini, Kamis (1/8).
Gus Mad menjelaskan, pameran literasi Pacitanian ini akan banyak bercerita tentang asal-usul manusia sejak dari abad manusia purba hingga abad terkini.
Selain itu juga akan di suguhkan pameran
pusaka, dan sertifikasi benda pusaka. “Pak Bupati juga menginginkan adanya pameran batu akik atau batu mulia, kain batik kuno, barang-barang peninggalan kuno lainnya dari beberapa kolektor di Pacitan,” jelas pejabat alumni sekolah kedinaasan ini.
Lebih lanjut, mantan camat di beberapa wilayah ini mengungkapkan, dulu kala Pacitan dikenal sebagai daerah terisolir dengan guyonan “Adoh ratu cedak watu”.
Namun ketika lahir putra daerah, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin di negeri ini, sontak menjadikan Kabupaten Pacitan semakin dikenal sampai ke dunia internasional.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat Pacitan ini banyak menyimpan berjuta misteri, termasuk mengungkap asal-usul ras manusia. Sehingga salah satu organisasi dunia yaitu UNESCO mengakui dari Pacitan inilah para ahli berhasil mematahkan sebuah teori asal-usul manusia dari evolusi kera.
“Dari Pacitan inilah terungkap dari mana sejatinya asal-usul ras manusia. Sehingga berhasil mematahkan teori tentang evolusi manusia dari kera.
Manusia diciptakan dari ras manusia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan lipatan otak manusia yang kecerdasannya melampaui kecerdasan sinpase atau kera. Hal tersebut dibuktikan dari hasil riset dunia di Dusun Jatisari, Kecamatan Punung dan dilakukan pembahasan di Prancis,” beber Gus Mad.
Masih ditahun yang sama, Gus Mad juga mengungkapkan, terkait penulisan dan peluncuran buku tentang Ensiklopedia Citus Pacitan Kota Misteri. “Buku ini menggambarkan literasi seluruh situs Pacitan yang belum di ketahui oleh masyarakat termasuk adat budaya, makam kuno dan makanan legendaris,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan