Liputan POLITIK

SAATNYA TANGSEL TAMPIL BEDA MENYUSUL JELEKNYA PELAYANAN PUBLIK

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Oktober 2019 ⏱️ 2 Menit Baca

Pelayanan publik di Tangerang Selatan terutama dibidang kependudukan sampai masih dikeluhkan warga setempat. Bahkan masyarakat menilai pelayanan publik masih buruk atau jelek. Hal ini disampaikan warga kepada TB Rahmad Sukendar, Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI yang akan maju sebagai Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan 2020/ 2024. Dalam setiap kesempatan bertemu muka dengan warga saat silaturahmi dan sosialisasi terkait majunya TB Rahmad Sukendar dalam Pilwali Tangerang Selatan, warga selalu menyampaikan aspirasi terkait buruknya pelayanan publik selama ini. Secara rinci TB Rahmad Sukendar menyebutkan aspirasi warga mengenai buruknya pelayanan publik diantaranya; 

1. Pemerintah Tangerang Selatan mengeluarkan kebijakan kepada seluruh warga Tangsel harus memperbaharui kartu keluarga atau KK.

2. Saat ini masyarakat merasakan tidak  siapnya pelayanan tersebut karena sifatnya hanya memperbaharui format KK lama ke format KK yg baru dan memerlukan waktu lama, bahkan dalam waktu bulanan baru selesai.

3. Bukan melakukan pengimputan data baru dan sedikit mengedit ( penambahan gelar atau meninggal ) namum hanya merekam data yang sudah ada.

4. Masyarakat yang mengurus pembaharuan KK harus menunggu 14 hari kerja hingga sampai 20 hari kerja. 

“Bahkan keluarga yang saya jumpai pada waktu silaturahmi dengan warga di Pamulang Timur ada warga masyarakat yang harus menunggu hampir 30 hari. Mirisnya belum ada kabar selesai tidaknya Kartu Keluarga mereka” ungkap TB Rahmad Sukendar.

5. Pelayanan KTP yang sangat lama bahkan memakan waktu 5 bulan belum selesai serta berbelit-belit.

Melalui silaturahmi temu warga ini warga sangat berharap TB Rahmad Sukendar dapat segera  menindaklanjuti serta membenahi pelayanan publik masyarakat di Kota Tangerang Selatan yang sampai saat ini prosesnya masih lama dan berbelit-belit. Hal ini bagi warga tidak memanusiakan masyarakat sehingga berharap bila nantinya TB Rahmad Sukendar menjadi Walikota Tangsel dapat lebih memanusiakan masyarakat dalam hal pelayanan publik. Mengapa dikatakan memanusiakan? Menurut TB Rahmad Sukendar dengan pelayanan prima yang cepat, tepat sasaran dan juga ada kepastian waktu selesainya dokumen2 warga masyarakat yg melakukan pengurusan baik KTP, KK dan yang lainnya, tidak harus bolak balik dengan alasan kurang administrasi sehingga waktu dan biaya bagi masyarakat tidak terbuang percuma dan sia-sia serta bagi masyarakat yang tidak ada perubahan data hanya print format baru hitungan/usulan dari warga masyarakat , dapat selesai dalam hitungan jam. Jika ada perubahan data paling lama 3 hari kerja sudah selesai. Dari beberapa warga di 7 kecamatan yang dijumpai juga menyampaikan keluhan terkait dengan mahalnya biaya pendidikan. Selain itu juga sulitnya mendapat bangku sekolah dikarenakan penerapan sistem zonasi. Warga juga berharap nantinya mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan yang terjangkau dengan biaya ringan dan bila perlu gratis karena selama ini masih memberatkan dengan pungutan/biaya dibebankan ke masyarakat.  Sementara dari warga Ciputat meminta TB Rahmad Sukendar tidak melupakan sejarah bahwa berdirinya Kota Tangerang Selatan itu dimulai dari Kecamatan Ciputat dikarenakan dari Ciputat-lah budaya khas Betawi dan Banten sudah ada tertanam secara adat tradisi di Ciputat dan Ciputat-lah awal berdirinya Kampus IAIN dan Rumah Sakit Syarif Hidayatulah sebelum ada BSD berkembang menjadi kawasan kota satelit. infrastuktur yang ada di Tangerang Selatan 70% terbantu dengan pengembang perumahan mulai dari Bumi Serpong Damai, Bintaro Jaya, Sinar Mas dan Alam Sutra. Jika tidak ada pengembang perumahan di Tangsel maka pembangunan tidak akan maju seperti saat ini. Bisa-bisa Tangsel seperti kabupaten induk  yaitu Kabupaten Tangerang di Tigaraksa yangmana pembangunan serta perekonomiannya masih ketinggalan dan tidak ada perubahan yang mencolok. Sentra ekonomi dan pertumbuhan masyarakat bisa dilihat dari kecamatan Ciputat mulai dari adanya Pasar Ciputat yang tidak dapat menampung penuh pedagangnya sampai para pedagang harus berjualan ke jalan-jalan utama sampai di atas trotoar jalan, tingkat kemacetan yang terus-menerus dialami warga masyarakat walaupun sudah dibangun jalan underpass tetap saja kesemrawutan dan kemacetan terjadi di saat jam-jam kantor dan jam pulang kantor, penataan drainase dan tata ruang yang tidak tepat sehingga disaat musim penghujan debit air langsung naik menggenangi jalan dan halaman rumah penduduk, sampai dengan masalah sampah yang menjadikan masalah tersendiri di kota Tangerang Selatan dan itu semua akan menjadi pekerjaan rumah bagi Walikota Tangsel kedepan dan TB Rahmad Sukendar dengan jargon nya TANGSEL JUARA siap menjadikan Tangsel yang sejahtera dan lebih baik untuk masyarakat Tangsel.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian