Dukung Persiapan Pemecahan Rekor MURI Langen Beksan Tayub Pacitan. Begini Penjelasan Staf Ahli Bupati, Prayitno
Pacitan,Liputan68.com-Upaya melestarikan seni tradisional sekaligus mengangkat kekayaan budaya daerah terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, ke Sanggar Seni Ismaya di Lingkungan Barean, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Rabu (14/10).
Dalam kunjungan tersebut, Prayitno menyaksikan secara langsung proses latihan kelompok seni Langen Beksan Tayub pimpinan Ramli. Kelompok ini tengah mematangkan persiapan untuk ambil bagian dalam Pagelaran Langen Beksan Tayub yang menjadi bagian dari upaya pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Stadion Wijaya Krida, Kabupaten Pacitan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para pelaku seni yang terus berupaya menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman. “Latihan demi latihan yang dijalani para seniman tidak hanya bertujuan mempersiapkan penampilan terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar merawat warisan budaya yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Pacitan,” ujar Prayitno.
Pagelaran akbar yang digagas oleh Pengurus Paguyuban Langen Beksan Tayub Kabupaten Pacitan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Langen Beksan Tayub kepada masyarakat yang lebih luas. “Lebih dari sekadar pertunjukan, agenda tersebut membawa semangat kebersamaan dan komitmen kolektif untuk menjaga agar seni tradisional tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” terangnya.
Keterlibatan Sanggar Seni Ismaya dalam persiapan tersebut turut mencerminkan semangat para seniman lokal untuk berkontribusi dalam agenda pelestarian budaya daerah. “Kekompakan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam berlatih menjadi bekal penting untuk menyukseskan pagelaran sekaligus menghadirkan penampilan yang membanggakan bagi Kabupaten Pacitan,” tutur mantan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan ini pada wartawan.
Upaya pemecahan Rekor MURI ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kesenian tradisional. Dengan melibatkan berbagai kelompok seni, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku budaya untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, dan menunjukkan bahwa tradisi tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Pagelaran Langen Beksan Tayub pada 28 Oktober mendatang diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa bersejarah bagi dunia seni Pacitan, tetapi juga menjadi wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Semangat yang tumbuh dari sanggar-sanggar seni seperti Ismaya menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenang masa lalu, melainkan harus diwujudkan melalui latihan, keterlibatan, dan komitmen untuk terus menghidupkannya.
Lestarikan Budaya, Perkuat Jati Diri Bangsa.
Pacitan Berbudaya, Pacitan Mendunia! (Red/yun).

Tinggalkan Balasan