oleh

Kapolri Beri Hadiah Pendidikan Untuk 11 Polisi Difabel, Akibat Korban Dalam Bertugas

Jakarta, LIPUTAN68.COM | Sungguh Luar biasa, muncul empati melalui foto Kapolri Jenderal Idham Aziz dan seorang anggota Brimob yang tengah menjalani prosedur ketahanan fisik calon siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Teringat langsung ke operasi gabungan TNI/Polisi, operasi Tinombala, dan lainnya.

Yang luar biasa bukan hanya tentang SIP. Namun, keputusan Idham Aziz memberikan kesempatan sekolah bagi 11 orang polisi difabel. Mereka bukan difabel biasa, akibat dari menjalankan tugas pekerjaan di lapangan.

Hingga Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, memberikan penghargaan dan dukungan kepada Kapolri.

Sebelas personel polisi tersebut berjuang sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Dari operasi melawan teroris di Poso, Papua, Aceh, sampai operasi lalu lintas dan lainnya. Termasuk operasi Cinta Damai (Aceh), Satgas Amole di Papua, Satgas Tanah Rencong, Satgas Aman Nusa, Kontak senjata di Aceh, kecelakaan dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden RI, Satgas Unras di Papua, dan cidera saat peragaan HUT Brimob.

Liputan JUGA  Tasyakuran HUT TAGANA Ke 18 Dihadiri Kang Bupati Sugiri

Banyak anggota Brimob, dan juga anggota TNI, memburu dan bertempur melawan teroris. Tewas. Mereka menjadi pahlawan dan diberikan pangkat anumerta. Nah, bagi yang terluka, seperti diamputasi, dan cacat permanen, kenaikan jabatan tentu diberikan. Keberhasilan operasi tentu membuahkan rewards bagi mereka.

Bagi Idham Aziz yang terlahir disiplin tentara, namun tetap sederhana, ada yang lebih bisa dilakukan. Salah satunya : peningkatan profesionalisme. Para difabel ini diberi kesempatan belajar. Sekolah Inspektur Polisi. Suatu penghargaan yang baru pertama kali dilakukan, top.

“Ini wujud penghargaan Kapolri Jenderal Idham Aziz selaku pimpinan Polri dalam memberikan reward (penghargaan) kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas kepolisian dengan mengorbankan jiwa dan raga,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Liputan JUGA  Peringati HUT Ke-75 RI, Bupati Raden Adipati Beri Penghargaan kepada Kepala Lapas Way Kanan

Keputusan ini makin menarik dilihat dari sisi pola pikir Idham Aziz. Tentang landasan pengambilan keputusan. Dia mempraktikkan teori psikologis pengambilan keputusan ala Amos Tversky yang sangat terstruktur. Teori psikologi pengambilan keputusan itu, ternyata terkait dengan sisi rekam jejak pribadi Jenderal Polisi yang laghir di Kendari 30 Januari 1963 ini.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.