oleh

Guru Besar ITB Ahmad Dahlan Angkat Bicara Terkait Ihwal ITB Ahmad Dahlan di Alumni ITB Bandung

JAKARTA, LIPUTAN68.COM | Saya sangat terperanjat, ketika akhir-akhir ini, WAG Ikatsatu, yakni WA-nya, Kumpulan Alumni ITB angkatan 71, dimana saya adalah alumni TI-ITB-71, heboh lagi masalah singkatan kampus dimana saya bekerja, yaitu ITB AHMAD DAHLAN, kependekan dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Padahal dimasa mendatang kemungkinan akan ada ITB-Ganesha (D/h STIE Ganesha), saya mendengar kabar sedang dalam proses izin pendiriannya.

Oleh sebab itu, saya menduga tidak akan ada masalah, dengan singkatan ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Karena ada Institut Teknologi dan Bisnis yang lain. Mengapa tiba-tiba isyu ini muncul. Dugaan saya, karena Rektor ITB Ahmad Dahlan, Dr. Mukhaer Pakkanna, SE.MM, menulis dimana-mana dan menjadi Narasumber dalam berbagai kesempatan. Karena tulisan maupun komentarnya itu beredar di media sosial yang resmi, maka berkembanglah atau menjadi sorotan singkatan ITB Ahmad Dahlan itu.

Liputan JUGA  Sejarah Syekh Subakir di Pertapaan Gunung Tidar

Ada pertanyaan dalam WAG Ikatsatu ini, “Kenapa bukan Mang Engkoes yang menjawab kehebohan ini?”. Saya nyatakan di sini, saya akan menjelaskan kronologis saja sampai ada nama ITB Ahmad Dahlan, sebatas pengetahuan dan jabatan saya di ITB Ahmad Dahlan. Saya Koesmawan, saat ini menjabat Ketua Senat Akademi ITB Ahmad Dahlan. Seperti kita ketahui, jabatan Ketua Senat di kampus kami itu bukan Rektor dan bersifat normatif, tidak boleh menjelaskan apa-apa secara resmi keluar. Dengan demikian, Saya menulis ini dengan kapasitas sebagai “Sahabat Sesama Alumni ITB Bandung Angkatan 1971”.

Anggota Senat ITB Ahmad Dahlan itu ada Rektor, Warek, Kepala Lembaga, Dekan dan Perwakilan dosen total 17 orang. Mungkin saja, bila ada surat keberatan dari ITB Bandung misalnya, pasti Rektor ITB Ahmad Dahlan akan secara resmi menjelaskannya, lalu juga PP Muhammadiyah yang meresmikan berdirinya ITB Ahmad Dahlan. SK Pendirian ITB Ahmad Dahlan diberikan secara langsung oleh Presiden Jokowi, pada tanggal 19 November 2018.

Liputan JUGA  Pak Jokowi Dan Pengabdian Kepada Negara

ITB Ahmad Dahlan adalah perubahan bentuk dari ABM [Akademi Bank Muhammadiyah, yang salah satu Pendirinya adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara. Beliau seorang pejuang kemerdekaan, Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan pernah menjabat sebagai Ketua (setingkat Presiden) Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)] yang berdiri tahun 1968. Kemudian menjadi AKPM (Akademi Keuangan dan Perbankan Muhammadiyah)-1985, berubah lagi menjadi STIE Ahmad Dahlan Jakarta-1998. Mang Engkoes, masuk ABM 1978 Jadi Pudir-2 dan Sekrt Dir, Di AKPM Jadi Ka Unit Lak-Akademik (Wadir-1), lalu di STIE-AD jadi KETUA STIE-AD 1999-2003. Awalnya, hanya Jurusan Manajemen Keuangan Perbankan D-3. Lalu berkembang menjadi ada Jurusan Akuntansi. Sewaktu bernama STIE Ahmad Dahlan, ada 5 prodi (jurusan); S-2 Keuangan Syariah, Jur. Manajemen S1-D3, Jur. Akuntansi S1-D3. Umur Mang Engkoes sudah 68 tahun. Insya Allah dua tahun lagi Pensiun.

Liputan JUGA  Pak Jokowi Dan Pancaran Jatidiri Nasional

Mengapa muncul nama ITB Ahmad Dahlan. Awalnya, zaman kepemimpinan saya, teringat saya, seorang dosen Alm. Darwin Erhandy SE. MM, bertemu saya dan berpikir akan “Kita jangan mengelola jurusan ekonomi saja, coba kembangkan ke Komputer (baca IT).

Saya hanya senyum saja tak ada langkah-langkah sama sekali ke arah perubahan bentuk. Lalu zaman setelah saya, mulailah upaya kecil-kecilan, menuju IBM (Institut Bisnis Muhammadiyah). Misal di kop surat, di kaos dan lain lain ada kalimat, “Menuju Institut Bisnis Muhammadiyah”.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.