Jakarta – LIPUTAN68.COM – Agenda rapat kerja yang digelar dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) beserta jajarannya. Adapun agenda rapat kali ini, meminta penjelasan terkait refocusing anggaran serta kendala dan hambatan, evaluasi terhadap pelaksanaan RB dan pola manajemen pegawai, dan kesiapan Menkumham menghadapi new normal di Lapas dan Imigrasi.
“Ketua rapat kerja Herman Herry dengan Menkumham kali ini merasa sangat istimewa dari sebelum pandemi Covid-19. Dimana, seluruh anggota sudah cukup lama dan sangat dinanti-nantikan mengingat rapat dengan mitra kerja secara langsung.
“Terlihat Istimewanya begini, betapa kita semua mendambakan bisa rapat seperti ini dalam kurun waktu tiga empat bulan terakhir ini,” kata Herman, saat raker dengan Menkumham, di ruang rapat , Jakarta, Senin (22/6).
Anggota komisi III Politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan, tidak semua mitra kerja dan Anggota DPR mau diajak rapat dan duduk bersama di ruang rapat Komisi. Sehingga, dengan kehadiran Menkumham beserta seluruh jajaran dalam rapat kerja kali ini terasa istimewa.
Dalam agenda raker ini Semua anggota meminta kepada saya bahwa rapat itu jangan saja virtual, namun demikian tidak semua mitra mau melakukan itu, ada maunya virtual saja. Itulah yang membuat saya bahwa rapat hari ini merasa istimewa,” kata Herman.
Di dalam pembahasan diruang rapat muncul terkait dengan kritik keras, pertanyaan, saran dan masukan anggota kepada pemerintah, kata Herman, hal itu sebagai bagian dari hak dan kewajiban anggota DPR. Sementara, pemerintah wajib menjelaskan kepada DPR sebagai lembaga yang mewakili rakyat.
“Namun ada yang mesti diperhatikan satu imbauan dari saya, agar rapat ini tidak menjadi rapat formalitas saja, habis tanya pergi, habis marah pergi, yang saya inginkan agar kita sama-sama saling menghargai, agar kita semua tidak bergeser dari ruangan ini sampai rapat hari ini kita mendapat kesimpulan yang kita sepakati bersama,” Tegas Herman.
Karena raker ini dianggap istimewa, Herman berharap, bersama Menkumham dapat menghasilkan kesimpulan yang juga berkualitas. Serhingga, rapat kali ini tidak dianggap sebagai formalitas melainkan cukup berkualitas.








