Liputan KULINER

Bika Ambon, Makanan yang Menjadi Legenda

Ditulis oleh Liputan68 pada 17 Agustus 2020 ā±ļø 2 Menit Baca

MEDAN – liputan68.com – Salah satu yang unik dari makanan adalah dari segi namanya. Sekilas pasti Anda mengira jika bika ini asalnya dariĀ Ambon. Tetapi ternyata makanan khas ini berasal dari ibu kota Sumatera Utara yaitu Medan.

Apa itu Bika Ambon? Bika Ambon ini merupakan sejenis panganan khas Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan juga santan. UmumnyaĀ bika AmbonĀ ini dijual dengan rasa pandan. Namun saat ini sudah banyak jenis rasa dari bika Ambon ini, seperti keju, cokelat, dan durian.

Ternyata banyak versi terkait dengan asal mula penamaan dari bika Ambon ini. Cerita yang pertama menyebutkan jika nama dari bika Ambon ini terinspirasi dari tempat pertama kali dijual serta dipopulerkannya bika Ambon ini, yaitu di simpang Jl. Ambon Sei Kera Medan.

Sumber kedua mengatakan jika nama bika Ambon ini asalnya dari seorang warga Ambon yang merantau ke negara Malaysia dengan membawa kue bika. Dan setelah tahu jika rasanya enak, orang tersebut tidak kembali lagi ke Ambon namun singgah di Medan. Sehingga semenjak 40 tahun yang lalu bika Ambon ini menjadi sangat terkenal di Medan.

Versi ketiga mengatakan bahwa dulunya ada sebuah daerah dengan nama Amplas yang selanjutnya dibagi menjadi dua wilayah, wilayah barat dan tumur sungai. Yang di sebelah barat sungai dikenal dengan sebutan ā€œpabrikā€ dikarenakan adanya pabrik pengolahan latex.

Kemudian wilayah yang di sebelah timur sungai sering disebut ā€œkebonā€ sebab terdapat barak atau perumahan para buruh dan kebun tembakau serta cacao. Singkat cerita, bika Ambon ini diperkenalkan oleh seorang buruh transmigran asal Jawa yang membuat kue bika kemudian memasarkannya di Medan.

Pada saat itu, jarak dari Amplas ke Medan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 sampai dengan 2 jam. Sedangkan untuk tempat pemasarannya seperti Perniagaan, Kesawen, Kereta Api, dan sekitarnya.

Alhasil, banyak orang Belanda yang sangat suka dengan rasa kue tersebut. Situasi ini lantas membuat seseorang pedagang kerurunan Tionghoa memiliki inisiatif membantu memasarkan bika yang dibuat oleh buruh tersebut.

Akhirnya, bika tadi menjadi laris manis sehingga membuat para warga transmigran lainnya ikut mengadu untung di bisnis ini. Nama bika Ambon menurut versi yang ketiga ini diambil dari Bika ā€œAmplas-Kebonā€ yang diakronimkan menjadi ā€œBika Ambonā€.

Versi keempat mengatakan bahwa pada saat zaman Belanda yang masih ada di Tanah Deli, ada warga keturunan Tionghoa yang melakukan sebuah eksperimen dengan sebuah kue. Eksperimen tersebut dilakukan di rumahnya yang tidak jauh dari Jalan Majapahit, Medan.

Kemudian setelah matang, kue tersebut dicobakan pada pembantunya, yang merupakan pria asal Ambon. Dan ternyata pria ini sangat menyukai kue tadi sampai memakannya dengan sangat lahap. Dari situlah kemudian kenapa kue ini disebut dengan Bika Ambon.

Cerita kelima terkait dengan asal mula bika Ambon yang dianalisa berdasarkan dari bahasanya. Nama Ambon sebenarnya bukanlah nama jalan dari tempat bika Ambon ini populer, bukan juga asal seseorang yang membawa bika Ambon ini, atau bahkan akronim dari nama daerah asal bika Ambon itu sendiri, namun istilah ini sebenarnya diambil dari bahasa Medan yang berarti lembut.

Dan sampai saat ini, belum ada yang berhasil memastikan sejarah penamaan dari bika Ambon ini. Artinya, hingga sekarang masih ada jejak sosiokultur yang masih belum bisa tersibak terhadap sepotong kue yang dinamai bika Ambon ini.

Meskipun untuk proses pembutannya terbilang bukan hal yang mudah, apalagi waktu yang dibutuhkan untuk membuat bika Ambon ini kurang lebihnya membutuhkan waktu selama 12 jam, semua itu akan terbayarkan oleh kelegitan dan juga kenikmatan dari kue bika Ambon ini.

Jadi meskipun namanya adalah bika Ambon namun ternyata bukan merupakan makanan khas dari Ambon, tetapi bika Ambon ini adalah salah satu makanan khas dari kota Medan, Sumatera Utara.(JB01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian