Liputan BERITA

Terinspirasi Kosmonot Uni Soviet, Gagarin Merupakan Simbol Kebangkitan Rakyat Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 26 September 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan 68.com- Kemajuan teknologi keantariksaan yang dilakukan oleh Uni Soviet, hingga lahirlah kosmonot bernama Yuri Gagarin, menginspirasi seorang petani dan pedagang sapi dari Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, untuk memberikan nama salah satu puteranya seperti nama satu-satunya manusia dimuka bumi ini yang kali pertama menginjakkan kaki di bulan pada Tahun 1969 silam.

Dia adalah Gagarin, sang politikus gaek dari Partai Golkar. Sang ayah memberinya nama mirip sang kosmonot lantaran teringat pada Tahun 1969 silam, Uni Soviet dengan kemampuan ilmu dan teknologinya, membuat pesawat ulang-alik, hingga diuji cobakan dan berhasil menembus serta keluar dari atmosfer bumi hingga mendarat di bulan.

“Bapak saya dulu, memberi nama saya Gagarin, karena terinspirasi seorang kosmonot asal Uni Soviet bernama Yuri Gagarin,” kata Gagarin, saat bersilaturahmi dengan perwakilan warga di Kecamatan Kebonagung, Jumat (25/9) malam.

Kala itu, lanjut dia, sekitar Tahun 1969 silam, ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu manusia bisa keluar dari atmosfer bumi. “Bapak memberi nama saya Gagarin, itu menjiplak nama orang (kosmonot Uni Soviet, Yuri Gagarin), gara-gara sering mendengarkan siaran radio cawang,” lanjut pria kelahiran Tahun 1970 silam tersebut.

Tentu nama Gagarin, punya makna sangat dalam. Kedua orang tuanya memberi nama mirip seorang kosmonot asal Uni Soviet tersebut, dengan harapan si Gagarin kecil kala itu, bisa tumbuh kembang menjadi manusia hebat dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Apa yang dicita-citakan kedua orang tuanya, ibarat kata berjawab, gayung bersambut. Gagarin memang tumbuh menjadi pemuda yang tangguh dan hebat. Perjalanan karirnya di dunia politik praktis pada Tahun 2004 lalu, sempat mengantarkannya duduk sebagai anggota DPRD Pacitan, dengan perolehan suara melebihi bilangan pembagi pemilihan (BPP) sebesar hampir 10 ribuan lebih.

“Pada Tahun 2003, atas restu istri, saya awal kali masuk parpol, yaitu Partai Golkar. Setahun kemudian, yakni pada Pileg Tahun 2004, saya mencalonkan diri sebagai caleg dengan nomor urut 4 dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro.

Kala itu, BPP yang ditentukan dari hasil akumulatif jumlah suara sah dibagi dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan ( Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro) ketemu angka 7.225. Jadi kalau caleg tidak bisa memenuhi suara sebesar itu, tidak akan bisa duduk sebagai anggota DPRD. Alhamdulillah karena garis tangan Gusti Allah dan campur tangan masyarakat di Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro, saya bisa terpilih menjadii anggota DPRD. Sebab perolehan suara saya secara by name hampir mencapai 10 ribu lebih,” jelasnya.

Dengan perolehan suara hingga melebihi BPP tersebut, selain menghantarkan Gagarin duduk sebagai anggota DPRD, ia juga menyandang predikat sebagai caleg yang nilai prosentase kemenangannya tertinggi se Provinsi Jatim. “Saya duduk sebagai anggota DPRD Pacitan dan juga diamanahi sebagai sekretaris Komisi C (bidang anggaran) kala itu,” cerita mantan Wakil Ketua DPRD Pacitan ini.

Perjalanan karirnya di dunia politik praktis masih terus berlanjut. Bahkan di Pileg 2009 lalu, Gagarin bisa kembali terpilih sebagai legislator dengan perolehan suara sangat signifikan.

Mulai periodesasi (2009-2014) itulah, Gagarin didaulat oleh Fraksi Partai Golkar, untuk memangku jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD. Bahkan sampai pada pileg 2019 lalu, Gagarin juga kembali melenggang ke kursi DPRD dan kembali menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD, masa jabatan 2019-2024.

Berangkat dari pengalaman dan prestasinya di dunia politik praktis selama hampir 16 tahun tersebut, tak salah bila di Pilbup 2020 ini, Gagarin yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pacitan, mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati, bersama Indrata Nur Bayuaji, sebagai calon bupati.

Aji (Indrata Nur Bayuaji), merupakan politikus Partai Demokrat, dan sudah selama tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Pacitan. Terakhir, ia dipercaya sebagai Ketua DPRD Pacitan, masa jabatan 2019-2024.

Sebagai politikus handal, yang besar dan bertumbuh kembang dari rakyat Pacitan, tentu akan menjadi simbol pengharapan bagi daerah. Gagarin dan Indrata Nur Bayuaji, sangat diharapkan masyarakat, bisa terpilih dan menjadi Bupati serta Wakil Bupati Pacitan, lima tahun mendatang. “Gagarin adalah simbol kebangkitan rakyat. Besar dan tumbuh kembang dari rakyat. Karena itu dengan pertemuan kali pertama ini, akan menjadi langkah sukses dan bisa dipertahankan sampai 9 Desember. Indrata-Gagarin, coblos….coblos… coblos… Nyawiji-Sumrambah, menang… menang…. menang,” tukas Gagarin memberikan semangat.(yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian