Liputan BERITA

Hasil Survei Menunjukkan Bahwa 55 % Masyarakat Ingin Kebijakan PSBB Dihentikan

Ditulis oleh Liputan68 pada 20 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.com – Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil survei bahwa 55 persen masyarakat menginginkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihentikan pada September 2020.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena menilai, jika masyarakat mulai terbiasa menghadapi pandemi Covid-19 dan paham cara menghadapinya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dikutip dari akurat.co, “Sebagaimana trend penyakit pandemi misalnya flu burung setelah melewati masa awal yang timbulkan kepanikan lambat laun masyarakat mulai terbiasa menghadapi virus covid 19 dan paham cara menghadapinya baik mencegah maupun perawatan ke fasilitas kesehatan apabila positif,” ujar Melki kepada wartawan, Senin (18/10/2020).

Menurut Melki, hasil survei tersebut juga menunjukkan penanganan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan tenaga medis baik di fasilitas kesehatan RS, puskesmas, klinik maupun isolasi mandiri di hotel, wisma atau rumah sesuai status pasien OTG, gejala ringan, sedang, berat dan kritis makin membaik.

“Indikatornya prosentase angka kesembuhan makin tinggi dan prosentase angka meninggal terus menurun,” katanya.

Selain itu, lanjut Melki, kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani Covid-19, baik aspek kesehatan, sosial dan ekonomi juga semakin baik dan terkoordinasi. Sehingga kepercayaan publik semakin tinggi menghadapi Covid-19.

Terlebih adanya pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mampu menyinergikan kerja sama antar-kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah serta berbagai komponen masyarakat.

“Pembentukan komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional oleh Presiden Jokowi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beserta jajaran Menko dan Menteri terkait efektif sinergikan kerjasama antar kementrian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah serta berbagai komponen masyarakat,” paparnya.

Politisi Partai Golkar itu mebambahkan, Pemerintah pusat maupun daerah dan para pemimpin formal dan informal pun harus membantu pemulihan di berbagai aspek kehidupan. Jika semua bisa dilaksanakan niscaya kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan Indonesia maju bisa terwujud.

Ia juga menyarankan agar ide Presiden Jokowi tentang pembatasan sosial berskala mikro berskala RT/ RW kampung atau komunitas lebih diefektifkan dengan kampanye dan penegakan disiplin protokol kesehatan pada warga masyarakat.

“Warga negara yang sadar dan patuh jalankan protokol kesehatan secara konsisten menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker merupakan kunci sukses mencegah Covid-19 menyebar. Apalagi ada warga yang bergejala semacam Covid-19 mesti segera dilakukan testing, tracing dan treatment oleh tenaga kesehatan terdekat,” ujarnya.

“Aspirasi mayoritas masyarakat untuk pelonggaran PSBB bisa dilakukan dengan syarat ketat pelaksanaan protokol kesehatan oleh warga masyarakat, pemerintah pusat maupun daerah dan para pemimpin formal informal sehingga membantu pemulihan di berbagai aspek kehidupan. Jika semua bisa dilaksanakan niscaya kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan indonesia maju bisa terwujud,” imbuhnya.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian