Peduli Sesama, Dokter Indah Berikan Bantuan Kursi Roda dan Sembako Pada Nenek Sartini
SERGAI – LIPUTAN68.COM – Nenek Sartini (83), Warga Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menerima bantuan sebuah kursi Roda dari dr. Indah Maharani Hasibuan, SE yang merupakan Adik kandung dari Ketua DPRD Sergai dr. Riski Ramadhan Hasibuan, SE di kediamannya di Gang Warok Dusun I Desa Pon, Sabtu, (24/10).
Kedatangan dr muda tersebut didampingi oleh seorang penyiar Radio Indah Suara (RIS) 96,5 FM disambut oleh Anak Nenek Sartini yaitu Ernawati (48) dan Yulisman (68) selain memberikan kursi Roda juga memberikan paket sembako berisikan 1 goni beras 30kg, 1 kotak mie instan, gula pasir 2kg, dan 2 kotak teh bubuk.
dr. Indah Maharani Hasibuan merasa terharu dan prihatin melihat keadaan Nenek Sartini yang sudah dua tahun mengalami kelumpuhan, apa melihat kehidupannya serta kondisi tempat tinggal Nenek tersebut bersama keluarganya sangat memprihatinkan hingga berlinangan air mata saya melihatnya, ungkap Putri dari H. Abdul Haris Hasibuan.
dr Indah juga menyebutkan bahwa kedatangannya ke kediaman Nenek Sartini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama karena dirinya melihat dari salah satu media online hingga tergugah hati untuk membantu nenek Sartini dan keluarga.
“Nenek Sartini sekeluarga merupakan saudara kita juga yang layak mendapatkan bantuan kita, sehingga dapat meringankan beban kehidupan mereka. Semoga dengan bantuan tersebut bermanfaat,” pungkas dr.muda tersebut.
Beliau juga mengajak Pemerintah serta para dermawan agar peduli sesama dan dengan menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.
Nenek Sartini pada saat
menerima bantuan tersebut sambil meneteskan air matanya mengatakan, “mudah-mudahan dr. Indah dan sekeluarga dilimpahkan rezeki dan selalu diberi kesehatan, jangan lupa Shalat ya Nak”.
Nenek Sartini (83), bersama kedua anaknya Dedi (61) dan Yulisman (68) tinggal disebuah rumah yang sangat memprihatinkan hanya berukuran 5 X 7 Meter tanpa dinding, karena dindingnya ambruk karena sudah lapuk dan tidak ada dapur serta atapnya bocor.
Lebih miris lagi anaknya Dedi (61) juga mengalami strok hingga tidak dapat berjalan sedangkan Yulisman (68) tidak bekerja selama 3 bulan belakangan ini karena sulitnya mencari pekerjaan pada saat situasi wabah pandemi Covid-19 pada masa sekarang ini.
(Dipa)

Tinggalkan Balasan