Liputan DIREKTORI

Warga Belawan Minta Proyek Penimbunan Alur Laut Dihentikan

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Dikutip dari: waspada.id

BELAWAN (Waspada): Sejumlah warga Belawan minta pihak proyek penimbunan alur laut areal pelabuhan itu segera dihentikan. Alasan warga Belawan minta proyek penimbunan alur laut dihentikan, karena lokasinya persisnya di belakang pemukiman rumah penduduk.

Sehingga proyek penimbunan alur laut tersebut membuat kawasan Kota Belawan sekitarnya tergenang air, pascabanjir air pasang laut (rob).

Seorang warga Kelurahan Belawan I bernama Chairul Anwar ,50, kepada Waspada, Selasa (27/10) mengaku sangat kecewa dengan pelaksanaan proyek penimbunan alur laut tersebut karena di sekitar rumahnya selalu tergenang air hujan.

“Parahnya lagi, meski hujan tidak turun, genangan air masih saja terlihat di Jl. Asahan, Jl. Veteran, Jl Simalungun dan Jl Indrapura,” sebut Chairul.

Disebutkan Chairul, genangan air tersebut akibat drainase yang tidak berfungsi apalagi kawasan tersebut sudah dilokalisir dan berada di lokasi PT Pelindo Cabang Pelabuhan Belawan. Bahkan, areal di sekitar kantor Pelindo 1 Cabang Belawan saja tergenang air dan suasananya terlihat kumuh. “Kami meminta agar proyek penimbunan alur laut tersebut sebaiknya ditutup karena menyengsarakan warga masyarakat Belawan saja,” imbau Chairul.

Warga lainnya, Abdurrahman menambahkan, selama ini, warga sudah resah dengan banjir pasang air laut (rob) namun keresahan warga semakib bertambah karena adanya proyek penimbunan alur laut tersebut. “Sudah seharusnya proyek penimbunan alur laut ditunda karena telah menyengsarakan warga,” ujar Abdurrahman.

Gunungan Tanah

Pantauan Waspada, proyek penimbunan air laut terlihat di belakang rumah pemukiman penduduk di Jl Indrapura. Pada hulu laut terlihat banyak tumpukan gunungan tanah sehingga genangan air tak bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Genangan air hujan juga merendam ruas Jl Deli, Jl Veteran dan Jl Simalungun, sehingga sebagian infrastruktur Kota Belawan tergenang air pascabanjir pasar air laut (rob) yang telah usai.

Sejumlah warga Kota Belawan meminta Pemko Medan dan Gubsu Edy Rahmayadi agar memperhatikan kondisi yang dialami warga Kota Belawan yang selalu mendapat musibah banjir air hujan dan banjir pasang air laut (rob).(m27)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian