Liputan BERITA

39 Warga Binaan dan 11 Sipir di Sumut Terpapar Covid-19

Ditulis oleh Liputan68 pada 30 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Sampai saat ini jumlah warga yang terpapar Covid di Sumut masih terus bertambah. Belum ada tanda-tanda penurunan jumlah. Baru saja dilaporkan warga binaan dan sipir di beberapa lapas dan rutan di Sumut terpapar Covid-19.

Sebanyak 39 warga binaan dan 11 sipir (petugas Lapas dan Rutan) di Sumut terkonfirmasi Covid-19. Mereka tersebar di tiga Lapas dan satu Rutan, yakni Lapas Tanjunggusta, Lapas Lubukpakam, Lapas Telukdalam, dan Rutan Labuhandeli.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Pujo Harinto sebagaimana dilansir dari sumutpos.com, menyebutkan, ke-11 sipir yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, satu orang bertugas di Lapas Lubukpakam, satu orang di Rutan Labuhandeli, 6 orang di Lapas Telukdalam, Nias Selatan, dan 3 orang di Lapas Tanjunggusta. Sementara, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diantaranya di Rutan Labuhandeli sebanyak 2 orang dan sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“Di Lapas Gunungsitoli sebanyak 9 orang dari 97 (yang swab test), sementara masih ada 100 lagi yang belum di swab,” kata Pujo Harinto kepada wartawan, Senin (26/10) sore.

Kemudian, di Lapas Telukdalam 27 warga binaan juga terkonfirmasi Covid-19, namun hanya seorang yang belum dinyatakan sembuh. “Mereka di isolasi di lapas itu karena keterbatasan rumah sakit di Telukdalam,” urainya.

Sementara di Lapas Tanjunggusta, seorang warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 atas nama Tamin Sukardi, yang meninggal dunia pada Sabtu (24/10) lalu. Menurut Pujo, tertularnya warga binaan ini tidak terlepas dari kondisi lapas yang kelebihan warga binaan.

Guna meminimalisir penyebaran virus meluas, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di lapas dan rutan dua kali seminggu. Ia menambahkan, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diisolasi di Rutan maupun Lapas agar menghindari warga binaan melarikan diri.

“Kekhawatiran kita dia kabur. Sehingga akan lebih aman di isolasi di dalam lapas dan gugus tugas membantu dalam perawatan baik itu memberikan makanan, asupan nutrisi tambahan dan membantu kesehatannya,” pungkasnya.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian