Denpasar, LIPUTAN68.com – Gubernur Bali DR Ir I WayanKoster, MM, menyatakan keseriusannya menata ekonomi Bali ke depan. Salah satunya adalah mengembangkan UKM dan Koperasi pada tahun 2021 mendatang.
Hal itu ia sampaikan dalam acara penyerahan secara simbolis penerima bantuan pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (14/11/2020) seperti dilaporkan Humas Pemprov Bali.
Gubernur asal Sembiran, Buleleng, tersebut menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem tata kelola yang mencakup sumber daya manusia (SDM), kelembagaan serta sarana dan prasarana untuk mengembangkan koperasi dan UKM di Bali.
Menurutnya, hal tesebut sangat sesuai dengan visi misi Pemprov Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang salah satunya fokus memperkuat adat istiadat, budaya dan dan kearifan lokal. “Ke depan saya ingin kembangan industri kreatif berbasis branding Bali. Sebagai salah satu cara memperkuat kelembagaan tradisional kita yang meliput koperasi dan UMKM,” jelas Gubernur.
Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menjelaskan, Bali merupakan pulau kecil yang tidak mempunya sumber daua alam (SDA), namun terkenal akan kebudayaan dan adat istiadat yang unik sebagai pembeda dengan daerah lain. “Ini modal kita dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Sektor industri mikro kecil sebagai salah satu bentuk hasil kebudayaan kita, harus benar-benar mendapat perhatian serius, demi menumbuhkan ekonomi masyarakt Bali,” tegas Koster yang merupakan konseptor utama UU Guru dan Dosen itu.
Untuk itu ke depan, ia berharap bantuan pemerintah pusat terutama Kementrian Koperasi dan UKM bisa terus ditingkatkan, menyangkut kelembagaan koperasi, penguatan SDM, sarana dan prasarana sertan bantuan permodalan.
Lebih jauh Gubernur yang menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah pusat untuk keberlangsungan koperasi dan UKM di Bali pada masa pandemi Covid-19 ini.
