MTB 1001 Goa Pacitan Laksanakan Baksos, Beri Bantuan Korban Bencana Tanah Longsor Di Desa Bomo
Pacitan, liputan68.com- Bencana tanah longsor yang mengakibatkan dua perumahan penduduk di Dusun Bomo, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, porak-poranda, mengudang perhatian banyak pihak.
Tak hanya Bupati Pacitan Indartato dan jajarannya yang belum lama ini anjang sana guna menyampaikan rasa duka-cita atas musibah yang dialami warganya tersebut. Namun, komunitas pecinta sepeda gunung yang tergabung didalam organisasi MTB 1001 Goa Pacitan, juga ikut peduli.
Sambil nggowes bareng, organisasi yang kelahirannya dibidani pengusaha Imam wahyudi ini, menyempatkan diri bertemu dengan Sogimun dan Jarno, korban bencana tanah longsor yang rumahnya luluh lantak.
Puluhan pecinta sepeda itu secara simbolis menyerahkan beberapa bantuan sebagai bukti kepedulian mereka terhadap sesama. “Jadi hari ini sambil nggowes, kita juga melaksanakan bakti sosial. Diantaranya melihat langsung kondisi perumahan korban tanah longsor dan memberikan bantuan,” ujar Imam Wahyudi, yang juga Ketua organisasi MTB 1001 Goa Pacitan, disela-sela kegiatan bakti sosial di Desa Bomo, Ahad (25/1).
Dia menjelaskan, semoga bantuan yang tidak seberapa nilainya tersebut, setidaknya akan bisa membantu meringankan beban mereka. “Ini ujian dari Allah SWT, semoga para korban bencana tetap tabah dan selalu diberikan perlindungan,” tuturnya.
Terpisah, Wiwin, anak kandung dari Sogimin, salah seorang dari korban bencana alam tanah longsor, menyampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas kepedulian para anggota MTB 1001 Goa Pacitan, yang sudah menyempatkan diri berkunjung dan memberikan uluran tangan bagi korban bencana alam. “Terimakasih semoga menjadi amal ibadah bagi bapak-bapak semua, aamiin,” kata Wiwin kepada seluruh anggota MTB 1001 Goa yang ikut hadir di kesempatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Bomo, Suratmi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota MTB 1001 Goa Pacitan, khususnya kepada Imam Wahyudi, yang rela meluangkan waktu untuk mampir ke lokasi bencana tanah longsor dan memberikan bantuan. “Kami atas nama Pemerintah Desa Bomo dan juga masyarakat, hanya bisa menyampaikan ucapan terimakasih setinggi-tingginya. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala dan ganjaran atas kebaikan bapak-bapak semua,” kata Suratmi.
Sekedar informasi, bahwa pekan kemarin, hujan deras yang mengguyur Pacitan sekitarnya, mengakibatkan bencana tanah longsor. Dua permukiman warga, rusak parah akibat diterjang batu dan tanah liat yang melorot dari atas tebing. Itu seperti dialami Sogimin dan Jarno, warga Dusun Bomo, Desa Bomo, Kecamatan Punung.
Kediaman mereka porak-poranda dihajar batu gunung setinggi kurang lebih satu meter dan panjang dua meter. Kini, kedua warga tersebut terpaksa harus mengosongkan kediamannya dan mengungsi ke tempat tinggal anak-anak mereka. Beruntung saat musibah terjadi tidak ditemukan korban jiwa.
Hanya saja kerugian yang muncul, ditaksir senilai Rp 200 juta lebih. (yun).

Tinggalkan Balasan