Liputan BERITA

Camat Punung, Beri Apresiasi Atas Atensi Pemkab Pacitan Tehadap Situs Sejarah Makam Setro Sobo. Begini Ceritanya

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Januari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Begitulah sekilas pernyataan yang disampaikan Camat Punung, Kabupaten Pacitan, Achmad Taufan, Kamis (28/1).

Pernyataan itu ia sampaikan seiring bergulirnya perhatian dari pemkab setempat terkait berjalannya renovasi makan bersejarah yang selama ini sedikit terlupakan. Yakni makam Eyang Setro Sobo di Desa Kebonsari, Kecamatan Punung.

“Alhamdulillah renovasi makam situs sejarah kuno Mbah Eyang Setro Sobo sudah hampir usai,” katanya.

Menurut camat yang demen dengan ilmu klenik Jawi dan suka berziarah ke pemakaman ulama ini, Eyang Setro Sobo merupakan saudara kandung dari Eyang Setro Ketipo, yang tak lain adalah Bupati Pacitan pertama. Namun demikian, situs sejarah ini terkesan sedikit terabaikan.

“Mugio Gusti Allah, SWT paring berkahipun ing Bumi langit sak isinipun ing tlatah Pacitan,” doa dia.

Seperti diketahui, bahwa Sri Sultan HB I ( Pangeran Sambernyowo ) bersama laskarnya, Setro Ketipo, (Bupati pertama Pacitan ) dan Setro Sobo dalam peperangan melawan Belanda, sampai di Desa Kebonsari.

Lantas menuju ke Desa Tamanasri, hingga akhirnya sampai ke Desa Sambong dan turun bukti sampai ke Desa Sumberharjo, Kecamatan Pacitan.

“Akhirnya lahirlah sumpah dari Sri Sultan HB pertama, yang intinya beliau besok akan jadi Sultan Yogyakarta. Sedangkan tanah di bawah bukit tersebut di berikan kepada Setro Ketipo sebagai penghargaan dan di berinya nama ‘Pacitan’,” jelas dia. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian