Gegara Tak Tepuk Tangan, Edy Rahmayadi Usir Pelatih Billiar
MEDAN – LIPUTAN68.COM – Gegara tidak ikut tepuk tangan tatkala Gubernur Edy Rahmayadi memberi semangat kepada peserta pertemuan pemberian tali asih atlet PON Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, pelatih Billiar yang kemudian diketahui bernama Khairuddin Aritonang dipanggil Edy dan diusir dari ruangan pertemuan.
Hal Itulah disampaikan Khairuddin Aritonang, pelatih Billiar yang diusir Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, gegara tak tepuk tangan dan dikatain sontoloyo, menyampaikan ke awak media, Senin (27/12).
“Aku bukan diusir, tapi keluar saja aku setelah di maki-maki. Bukan aku aja yang dimaki, hampir semua orang di ruangan itu di marah-marahinya,” terang Khairuddin atau yang akrab disapa Coki.
Ia mengaku bingung, kenapa sampai harus dipanggil kedepan lalu di maki-maki Gubernur.
“Aku bingungnya, apa yang harus ditepuk tangankan dari beliau. Toh semua-semuanya biasa aja, jadi kenapa hanya karena tidak tepuk tangan, jadi kena marah di depan orang ramai,” kata Coki.
Menurutnya, selama ini tidak ada perhatian Gubernur yang lebih terhadap dunia olahraga, biasa-biasa saja, diperhatikan saat mau PON atau event saja.
Di Cabang Olahraga Biliar, menurutnya sangat minus perhatian dari pemerintah. “Alat-alat kami di Cabang Olahraga Biliar masih model lama dan jauh tertinggal dari daerah lain. Begitu juga dengan olahraga lain,” tegas Coki.
Atas perlakuan Gubernur Edy tersebut, Pelatih Billiar ini sangat kecewa, hanya karena tidak tepuk tangan seorang pemimpin tega berbuat seperti itu kepada masyarakatnya.
(LM-01)

Tinggalkan Balasan