oleh

Tinggal 18 Bulan Lagi Pimpin Sumut, Edy Rahmayadi Kebut Pembangunan Infrastruktur

MEDAN – LIPUTAN68.COM — Tahun anggaran 2023 ini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi akan mengebut banyak kegiatan strategis termasuk pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut dilakukan mengingat dua tahun terakhir geliat pembangunan daerah sempat terkendala dampak pandemi Covid-19. Selain itu, masa kepemimpinannya bersama Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck), juga bersisa sekitar 18 bulan lagi.

Kegiatan strategis atau pembangunan tersebut diuraikan Gubsu Edy Rahmayadi dalam lima misi. Yaitu misi bermartabat dalam kehidupan, bermartabat dalam politik, bermartabat dalam pendidikan, bermartabat dalam pergaulan, dan bermartabat dalam lingkungan.

Terkait infrastruktur, Edy menyebutkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Sumut TA.2023 di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Rabu (30/3/2022), bahwa pihaknya menargetkan penanganan jalan strategis provinsi dalam kondisi baik.

Jalan tersebut meliputi kawasan wisata, pusat produktivitas, perkotaan dan kawasan daerah tertinggal sepanjang 497,14 km. Ia juga menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 85%.

Di samping itu, akan dilakukan optimalisasi jaringan irigasi kewenangan provinsi sekitar 78.000 hektare, dalam rangka memertahankan swasembada beras. Juga pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Mebidang, pembangunan role model pengurangan luas kawasan kumuh terintegrasi dan rehabilitasi rumah tidak laik huni sebanyak 1.000 unit.

Liputan JUGA  Gubsu Edy Usulkan Calon Pj KaDa Tebing Tinggi dan Tapteng ke Mendagri

Selanjutnya penyediaan energi listrik dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga miskin sebanyak 8.745 kepala keluarga (KK) dan dukungan terhadap pelaksanaan sistem pertanian terintegrasi sebanyak tujuh unit pembangkit listrik tenaga surya.

“Ke depan 2023 akhir, saya berharap tidak ada lagi rakyat kita yang tidak bisa dialiri listrik,” kata mantan Pangkostrad tersebut.

Di bidang pendidikan, Edy menargetkan capaian indeks pendidikan sebesar 68.85 – 69.35 poin dengan menetapkan prioritas peningkatan kualitas dan pemenuhan akses pendidikan melalui beberapa kegiatan strategis. Di antaranya, pembangunan unit sekolah baru menengah kejuruan dan khusus sebanyak 26 unit, pemberian bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pelajar jenjang SMK, SMK, dan SLB Negeri yang kurang mampu sejumlah 167.000 jiwa.

Lalu membangun kampung beasiswa S1, S2, dan S3 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Kerjasama link and match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau vokasi dengan dunia usaha/industri, penyelarasan kurikulum vokasi/SMK dengan jumlah sebanyak 70 kompetensi keahlian vokasi, pembelajaran berbasis produk dan bisnis dengan jumlah sebanyak 70  kompetensi keahlian vokasi.

Liputan JUGA  Bupati Pakpak Bharat Silaturahmi Dengan Pengurus Muhammadyah

Berikutnya pembangunan 33 unit pojok baca dan gerobak baca, serta pengembangan perpustakaan digital.

“Ini harus terwujud, rakyat harus membaca, tanpa membaca omong kosong akan membuka pikiran yang baik,” kata Edy.

Bidang kesehatan, Edy menargetkan pencapaian indeks kesehatan sebesar 75,75–76,25 poin. Dengan beberapa kegiatan strategis, yakni penanganan Covid-19 melalui penguatan pola 3T (testing, tracing, treatment), percepatan vaksinasi, penyediaan obat–obatan, penguatan kapasitas rumah sakit dan pemberian insentif bagi tenaga medis, pembangunan dan rehabilitasi rumah sakit haji medan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Kemudian pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK), balita kurus dan anak sekolah sebanyak 250.000 jiwa dalam rangka penurunan prevalensi stunting.

“Ini benar-benar difokuskan, bapak bupati/wali kota, kita masih tinggi nilai stunting kita saya harap ini bisa kita jawab,” ucap Edy.

Menurutnya, bakal dilakukan juga peningkatan kapasitas layanan kesehatan melalui penambahan 100 tempat tidur dalam rangka rehabilitasi narkoba pada Rumah Sakit Jiwa Prof dr M Ildrem, kampanye gerakan masyarakat sehat, pemberian jaminan kesehatan bagi penerima bantuan iuran (PBI) provinsi kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 420.000 jiwa dan penyediaan kontribusi bagi peserta PBI JKN sebanyak 4.733.689 jiwa. Serta layanan kesehatan bergerak melalui pengadaan delapan unit mobil medis/bus kesehatan.

Liputan JUGA  Ketua Komisi E DPRD Sumut Kecam Penonaktifan 60 Persen Kepesertaan BPI BPJS Kesehatan

Adapun bidang pertanian, nilai tukar tani ditargetkan sebesar 111,41 poin. Dengan kegiatan strategis seperti peningkatan produksi daging sapi menjadi sebesar 17.149,75 ton dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi, peningkatan produksi daging kambing atau domba menjadi sebesar 1.537,50 ton, mempertahankan swasembada beras dan jagung, dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi dan industri.

Kemudian, peningkatan produksi cabai merah 190.011 ton dan bawang putih 1.421 ton serta bawang merah 18.675 ton untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi perikanan tangkap 459.403,89 ton dan produksi perikanan budidaya 216.996 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan ekspor.

Edy mengharapkan seluruh bupati, wali kota, Forkopimda dan perangkat desa untuk bergandengan tangan serta bersinergi guna merealisasikan rencana ini. Sebab hal tersebut tidak dapat terwujud apabila berjalan sendiri-sendiri.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.