oleh

Diduga Syarat Lelang Tidak Logis Menangkan Sejoli Tender, Pengusaha Kontraktor Bali Duga Aturan Lelang Labrak Undang-Undang

Denpasar, Liputan68.com – Sejumlah pihak di Bali melontarkan protes atas keganjilan persyaratan lelang paket Revitalisasi Kawasan Pariwisata Sanur/Kota Denpasar dengan salah satu syaratnya kualifikasi administrasi memiliki SBU SI 003, kecuali jalan layang, jalan rel kereta api dan jalan landas pacu udara serta EL 011 jasa pelaksanaan kontruksi istalasi elektrikal lainnya yang diumumkan di portal resmi LPSE Pemerintah Kota Denpasar.

Salah satu Pengusaha Kontraktor Bali, yang tak mau disebutkan namanya meminta syarat pelelangan paket Revitalisasi Kawasan Pariwisata Sanur/Kota Denpasar, agar segera direvisi, mengingat ditemukan sejumlah keganjilan dalam proyek yang memasang pagu anggaran Rp 28 Milyar dan penawaran pemenang lelang Rp 24,9 Milyar.

Liputan JUGA  Kabid Humas Polda Kepri Hadiri Peresmian Pena Ballroom di Kantor Graha Pena Batam Center

Oleh karena itu, dia menilai klasifikasi SBU yang diisyaratkan SI 003 dan EL 011 tidak logis, mengingat kontraktor sipil di Bali tidak memiliki klasifikasi listrik.

Ia juga menduga persyaratan tersebut hanya dibuat untuk membatasi peserta lelang dan sebagai dasar, untuk meloloskan salah satu perusahaan. Bahkan, panitia lelang sudah mengetahui, bahwa syarat-syarat lelang tidak akan bisa dipenuhi Kontraktor Sipil di Bali, dikarenakan tidak memiliki syarat yang dimaksud.

“Jadi, diduga syarat itu sengaja dibuat meloloskan perusahaan yang menang tender sekarang. Syarat ini diduga sengaja dibuat untuk meloloskan satu perusahaan. Itu perusahaan luar Bali. Namun, yang kerja diduga orang dari Bali. Kita hanya menyoroti syarat lelang yang tidak logis, yang tidak mungkin dipenuhi pengusaha di Bali,” ungkapnya.

Liputan JUGA  Bupati Pakpak Bharat Serahkan Dokumen Kependudukan Bagi Bayi Baru lahir di RSUD Salak

Ia menilai adanya dugaan permainan kotor Panitia Lelang Kota Denpasar. Hal tersebut bisa dilihat dari indikasinya, hanya LPSE Kota Denpasar membuat syarat lelang yang tidak logis yang tidak bisa dipenuhi kontraktor di Bali.

“Akhirnya, sebagaimana diprediksi, yang ikut adalah patut diduga pengantin atau sepasang, sejoli dan sesuai prediksi, itu pemenang tendernya. Karena, cantumkan peserta cuma dua, Inti Jawa Teknik dan Sanur Jaya Utama,” tegasnya.

Aturan lelang tersebut melabrak aturan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai Pasal 47 UU No. 5/ 1999, KPPU berwenang untuk menjatuhkan sanksi administratif terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan pasal 22 berupa perintah kepada pelaku usaha untuk menghentikan kegiatan yang terbukti menimbulkan praktek monopoli dan atau menyebabkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau merugikan masyarakat, sesuai pasal 47 ayat (2) butir c.

Liputan JUGA  Melonjak Tajam, Jumlah Warga Sergai Dinyatakan Positif Covid Tembus 100 Kasus

“Penetapan pembayaran ganti rugi sesuai pasal 47 ayat (2) butir f dan pengenaan denda serendah-rendahnya Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) sesuai dengan pasal 47 ayat (2) butir g,” tegasnya.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.