Liputan KESEHATAN

Dua Kali Suntik dalam Setahun Vaksin Darah Tinggi Pertama di Dunia, Sebagai Pengganti Obat Minum

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 April 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Harus diketahui untuk penderita darah tinggi diwajibkan untuk meminum obat darah tinggi mereka secara rutin.

Hal ini untuk menghindari lonjakan tekanan darah yang tidak diinginkan. Seperti yang diketahui, tekanan darah tinggi di atas normal, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kabar baik dari dunia medis, kini tengah dikembangkan para ahli sebuah vaksin untuk darah tinggi.

Menurut media Inggris menjelaskan, vaksin yang dikerjakan oleh para peneliti Alnylam Pharmaceuticals ini, dapat digunakan sebagai pengganti obat harian.

Hanya dua tahun sekali menerima vaksinasi, mereka yang darah tinggi, dapat terbebas dari rutinitas minum obat harian, yang terkadang kerap dilupakan dan bosan untuk kita minum.

Vaksin darah tinggi kini tengah diujicobakan oleh para ahli dari Queen Mary University di London.

dalam proses ujicoba dilaporkan terlibat 630 orang. Dalam hal ini mereka akan menerima dosis baru setiap enam bulan sekali.

Vaksin darah tinggi yang bernama Zilebesiran ini bekerja dengan cara menargetkan hormon penting tertentu pada liver manusia.

Dijelaskan Dr. Manish Saxena, pengobatan darah tinggi dengan menggunakan vaksin ini pendekatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan dunia medis.

“Tujuan dari ujicoba ini adalah untuk mengetahui tingkat keamanan dan keefektifitasannya dalam mengobati darah tinggi,” ujar Dr. Saxenda seperti dikutip FIN dari The Sun.

Proyek ini merupakan kerjasama perusahaan AS dengan peneliti yang berada di Inggris ini, diharapkan dapat mampu merubah pengobatan dunia medis modern.

Studi yang didukung oleh National Institute for Health and Care Research ini, direncakanan akan berjalan untuk tiga tahun ke depan.

Banyak yang menyepelekan Darah Tinggi

Darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang paling umum dan ditemukan di Indonesia, sebagaimana diungkap data dari BPJS.

Namun yang patut disayangkan menurut ahli, sebagaimana diungkap ahli di WebMD, ternyata kondisi ini kerap dianggap sepele oleh penderitanya.

Awalnya, darah tinggi memang tidak akan memberikan gejala terhadap tubuh para penderita, namun dengan secara perlahan, efeknya akan dirasakan oleh mereka dengan kondisi langsung.

Darah tinggi yang dibiarkan tanpa medikasi atau perubahan gaya hidup, akan berimbas pada buruknya aliran darah di tubuh.

Jantung yang dipompa dengan tekanan darah yang tinggi, akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan akan menyebabkan masalah di kemudian hari.

Melakukan perubahan sebelum masalah di atas terjadi, adalah langkah paling bijak yang bisa Anda pilih, terlebih jika ada histori hipertensi di keluarga Anda.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian