oleh

Evolusi Kopi – Mengopi

Liputan68.com | Sejarah pengopi dari zaman ke zaman bukan surut, malah meningkat. Evolusi pun tampak. Dahulu, penikmat kopi di warung-warung kopi tradisional terbatas hanya bapak-bapak dan kakek-kakek. Itu lebih identik dengan dominasi kaum pria.

Bagaimana dengan masa kini ? Pengopi tidak hanya dari kalangan pria, tetapi juga sudah merambah kepada kalangan wanita: baik remaja, orang dewasa maupun orang tua. Hal ini dapat dilihat dari maraknya fenomena kemunculan warung-warung kopi modern, atau yang akrab di telinga kita yang biasa disebut cafe.

Kini orang pergi ke warung kopi tidak hanya untuk sekedar mencicipi kopi khas warung kopi itu saja. Akan tetapi, untuk santai, kumpul dengan keluarga atau relasi bisnis.

Maka, tidak mengherankan apabila di berbagai kota banyak terdapat warung kopi dengan konsep yang berbeda dari warung kopi biasanya. Konsep yang lebih modern dilengkapi dengan nuansa anak muda masa kini merupakan ciri khas dari warung-warung kopi tersebut.

Liputan JUGA  Rutin Minum Kopi Hitam Setiap Hari Ternyata Bisa Datangkan 5 Manfaat Ini, Mulai dari Turunkan Risiko Penyakit Mematikan Hingga Tingkatkan Kesehatan Mental!

Perubahan warung kopi dari tradisional menjadi warung kopi modern (cafe) seperti yang ada saat ini terjadi bukan tanpa alasan. Salah satunya dalah demi kepuasan pelanggan.

Menurut Majalah Swasembada(1995), maraknya kemunculan cafe kopi modern saat ini, tidak terlepas dari pengaruh gaya hidup kota besar yang menyuguhkan banyak kesenangan bagi para pencari hiburan dan menjadi tempat “nongkrong” favorit bagi kalangan anak muda di area kampus, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Hadirnya inovasi baru dalam pembuatan dan pengemasan kopi menjadi salah satu alasan semakin banyaknya pecandu kopi di dunia ini.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.