Liputan BERITA

Letda Septian H Pasaribu, Lulusan Perwira Terbaik, Peraih Adhi Makayasa, Calon Penerus LBP

Ditulis oleh Liputan68 pada 13 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Medan – Liputan68.com | Indonesia ternyata masih punya prajurit hebat dan terbaik di bidangnya.

Satu di antaranya adalah Letda Septian H Pasaribu lulusan perwira terbaik dalam Latihan Pembentukan Prajurit Raider Gelombang 1 Tahun 2022.

Ia disebut sebagai penerus Luhut Binsar Panjaitan, lantaran punya prestasi dan sekampung.Indonesia ternyata masih punya prajurit hebat dan terbaik di bidangnya.

Satu di antaranya adalah Letda Septian H Pasaribu lulusan perwira terbaik dalam Latihan Pembentukan Prajurit Raider Gelombang 1 Tahun 2022.

Ia disebut sebagai penerus Luhut Binsar Panjaitan, lantaran punya prestasi dan sekampung.

Melansir dari instagram @ppidkopassus, Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus Brigjen TNI Agus Sasmita secara resmi menutup Latihan Pembentukan Prajurit Raider Gelombang 1 Tahun 2022, di Lapangan Ksatriaan Amirul Isnaeni, Pusdiklatpassus Daun Lumbung, Jln Veteran, Tambakreja Cilacap, Rabu, 10 Mei 2022.

Letda Septian H. Pasaribu, Lulusan Perwira Terbaik dalam Latihan Pembentukan Prajurit Raider(Red. doc)

Sebanyak 500 orang siswa Latihan Pembentukan Prajurit Raider Gel-1 Tahun 2022 dari berbagai satuan batalyon Infanteri secara resmi menyandang brevet, baret dan kualifikasi Raider.

Yang ditandai dengan Upacara Penutupan, dipimpin langsung oleh Danpusdiklatpassus Kopassus Brigjen TNI Agus Sasmita dan bertindak selaku Komandan Upacara (Dan Up) Mayor Inf Doni Fransisco Komandan Sekolah Raider

Lulusan terbaik Latihan pembentukan prajurit Raider Gel-1 Tahun 2022

1. Lulusan Perwira terbaik a.n Letda Inf Septian H. Pasaribu S.T.Han Yonif RK 762/VYS

2. Lulusan Bintara Terbaik a.n Serda Devi Rasenda dari Yonif R 3000/BJW

3. Lulusan Tamtama terbaik a.n Pratu Yonggi Budi Abi dari Yoinf PR 432/WSJ

Berikut profil dan biodata Letda Inf Septian H. Pasaribu.

Septian Haryono Pasaribu ditahbiskan sebagai lulusan terbaik Taruna Angkatan Darat Tahun 2021 karena memperlihatkan prestasi terbaik dari tiga aspek.

Ketiga aspek tersebut mencakup akademis, jasmani, dan kepribadian.

Septian Haryono Pasaribu berasal dari Program Studi Manajemen Pertahanan Korps Infanteri (Inf) dengan Nomor Akademi 2017.021.

Nilai prestasi akumulatif akademiknya adalah 850.557.

Sermatutar Septian Haryono Pasaribu lahir di Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara pada tanggal 25 September 1999.

Tempat kelahiran Septian ini sama dengan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Septian juga mengikuti jejak Luhut sebagai lulusan taruna terbaik.

Seperti diketahui, Luhut pernah menjadi lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Septian adalah anak ketiga dari empat bersaudara, putra pasangan Parlindungan Pasaribu dan Rusdiana Panjaitan.

“Saat melihat anak kami dipanggil sebagai taruna terbaik, peraih Adhi Makayasa untuk Akmil tahun 2021, saya terharu sebagai ayah,” ujar Parlindungan.

“Tidak menyangka anak saya dapatkan prestasi itu,” tambahnya.

Sementara itu, sang ibu, Rusdiana Panjaitan, mengisahkan sosok Septian Pasaribu.

“Sosok Septian sejak kecil, ia rajin sekolah minggu, ia sering baca buku atau gemar baca buku. Ia adalah orang yang sangat tegas, tidak banyak omong, bicara seadanya saja,” ujarnya

“Mana yang penting-penting, itu yang dibicarakan sama kita,” sambung Rusdiana Panjaitan.

Ia menyampaikan bahwa Septian Pasaribu adalah orang yang suka olahraga sebagai persiapan memasuki Akademi Militer di Magelang.

“Dia juga suka bermain bola di Lapangan SMAN 2, kemudian ia berenang saat di SMP Budhi Dharma. Ia memang hobby olahraga,” ungkapnya.

“Ia mengutarakan niatnya sekolah di Akmil sejak ia masuk kelas X. Jadi kami sebagai orang tua mendukung, mempersiapkan dirinya, ia memperkuat di bidang olahraga, dan ia juga mempersiapkan kesehatannya dengan periksakan diri di Rumkit Medan,” sambung Rusdiana Panjaitan.

Selama di sekolah, ia juga masuk 5 besar. Yang pada akhirnya, ia tidak bisa menahan air mata sebab merasa terharu dan bangga.

“Sejak SMA, ia selalu mendapat 5 besar. Saya terharu saat anak saya dipanggil peraih nilai terbaik. Dan sampai menitikkan air mata, kami sebagai orang tua gembira dan bangga,” ujar Rusdiana Panjaitan sambil menangis.

“Karena diantara 227 orang Akademi Angkatan Darat, ia terpilih yang terbaik di antara mereka. Itu adalah anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Dan bukan karena kekuatan kami, dan bukan karena keadaan kami,” sambungnya.

Selain Septian, ada satu alumnus SMAN 2 Balige terpilih menjadi taruna dan Taruni terbaik saat wisuda Akademi Militer.

Dia adalah Catherine Simbolon, taruni terbaik.

Kepala Sekolah SMAN 2 Balige Aldon Samosir bercerita bahwa kedua mantan siswa dan siswinya terkejut sekaligus gembira saat melihat kehadirannya.

“Bangga luar biasa. Sebelum upacara berlangsung di Magelang itu, mereka terkejut karena saya datang. Ini kan masa pandemi, mereka mungkin sudah berpikir bahwa saya enggak bisa datang. Berkat doa dan dukungan para guru, akhirnya saya lihat mereka,” ujarnya.

“Ini menjadi sejarah bagi kami. Pertama sekali mendapatkan gelar taruna terbaik dan taruni terbaik sekaligus. Ini sangat membuat kami bersemangat. Ini perdananya,” sambungnya.

Sebagai kepala sekolah yang telah memimpin sekolah SMAN 2 Balige selama 8 tahun, ia merasa terharu melihat dua alumnus mereka dipanggil saat upacara wisuda karena mendapat peringkat terbaik.

“Kalau lulusan Akmil sudah lumayan lah. Tapi untuk Adhi Makayasa baru-baru ini. Dan, kita dapat dua-duanya kan, baik putra maupun putri. Inilah yang membuat kita terharu dan bangga,” terangnya.

Saat mengecap pendidikan di Akademi Militer, kedua sosok tersebut kerap berkomunikasi dengan kepala sekolahnya, berbagi kisah selama dalam pendidikan dan saling menyemangati.

“Kalau komunikasi selama mereka sekolah di Akmil, sangat bagus ya. Mereka kerap chat kita, berbagi cerita dan informasi dan yang pasti saling menyemangati,” terangnya.

“Mereka juga kerap berkunjung ke sekolah kita. Dan, terbukti ada 10 orang adik-adiknya yang kini mengikuti pendidikan di Akademi Militer di Magelang juga. Ada motivasi dan inspirasi dari mereka,” terangnya.

“Saat berbincang, saya sampaikan bahwa kita bangga sebab mereka sudah berjuang semaksimalnya. Karena tradisi itu tradisi nusantara. Saat disebutkan namanya, saya harus dan bangga,” ungkapnya.

“Mereka berdua adalah pemecah rekor. Karena sejak dari sekolah, kita sudah berikan fasilitas dan bimbingan dan mereka yakin bahwa semua yang mereka terima berbuah,” pungkasnya.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian