15 Negara Pastikan Hadiri Pertemuan W20 di Danau Toba
Medan – Liputan68.com – Sebanyak 15 negara anggota Group of Twenty (G20) dipastikan akan mengirimkan delegasinya dalam kegiatan Women20 (W20) Summit yang bakal digelar di Danau Toba, Parapat, pada 18 sampai 21 Juli nanti.
Delegasi dari puluhan negara ini akan hadir untuk membahas isu-isu kesetaraan gender, pembangunan perempuan, pertumbuhan inklusif perempuan, wanita pedesaan dan disabilitas serta kerja sama ekonomi.
Chairwoman W20 Hadriani Uli Silalahi menyebut ke-15 negara itu sudah mengonfirmasi hadir secara langsung di Parapat. Bahkan sebagian negara juga mengirim lebih dari tiga delegasinya, seperti Amerika Serikat tiga orang, India enam orang dan Italia delapan orang.
Uli mengakui persiapan W20 Summit di Danau Toba lebih sulit karena di empat kota sebelumnya dilakukan secara virtual.
“Ini lebih sulit tentunya karena di Likupang, Banjarmasin, Manokwari, Kota Batu dilakukan secara virtual,” ujarnya, saat konferensi pers di halaman kantor Gubernur Sumut, Rabu (15/06/2022).
Uli Silalahi mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk event W20 Summit ini. Menurutnya, dukungan Pemprov Sumut untuk menyukseskan event internasional ini maksimal.
“Kami apresiasi kesiapan Sumut menjadi tuan rumah W20. Secara teknis Sumut sudah siap dan dukungan yang diberikan sangat luar biasa,” sebutnya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan akan menunjukan kehebatan Sumut di saat kegiatan W20 Summit nanti.
Delegasi dari puluhan negara ini akan hadir untuk membahas isu-isu kesetaraan gender, pembangunan perempuan, pertumbuhan inklusif perempuan, wanita pedesaan dan
“Kita harus bisa membuka mata semua orang bagaimana hebatnya Sumut,” kata Edy Rahmayadi.
Mantan Pangkostrad itu mengatakan acara tersebut menjadi wadah untuk mempromosikan Sumut, khususnya Danau Toba. Bukan hanya terkait alam, tetapi juga budaya dan infrastruktur, karena itu persiapannya harus benar-benar matang.
Menurutnya, tanpa acara seperti itu sulit untuk mengumpulkan tokoh-tokoh internasional.
“Promosi itu mahal dan kali ini kita dipromosikan W20, jadi jangan disia-siakan. Perkenalkan kebudayaan kita, alam kita dan tentu infrastruktur kita harus memadai,” kata Edy Rahmayadi.
Salah satu yang perlu ditonjolkan, kata Edy, yakni kain ulos yang menjadi salah satu kebanggaan Sumut. Untuk itu, Edy ingin memperkenalkan ulos ke seluruh dunia, termasuk negara-negara yang hadir dal acara tersebut.
“Budaya-budaya yang ditonjolkan di sana, besar sekali budaya di situ, ada ulos mulai dari lahir sampai mati itu ada jenis ulosnya. Saya yakin orang Sumut sendiri, tak tau itu. Apalagi orang luar,” sebut mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan itu.(SS)

Tinggalkan Balasan