Liputan DAERAH

Besok, 500 Buruh Sumut Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 September 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Ratusan buruh dari berbagai elemen di Sumatera Utara akan turun ke jalan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Selasa (6/9/2022).

Direncanakan, aksi pertama bakal digelar di depan Gedung DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol Medan. Mereka akan memaksa seluruh anggota DPRD Sumut agar memberi pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Lalu membuat surat ke presiden untuk membatalkan kenaikan tersebut.

“Massa 500 orang perwakilan buruh dari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Karo, Tebing Tinggi, Batu Bara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhanbatu Raya, Simalungun, Pematang Siantar, semua akan mengirim perwakilannya sebagai bentuk protes mayoritas warga Sumut,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo kepada Liputan68.com, Senin (5/9/2022).

Menurutnya, pemerintah sudah tertutup mata hatinya, tidak memikirkan jeritan penderitaan rakyat kecil, yang pastinya terdampak sangat merugikan rakyat kecil akibat kenaikan BBM tersebut.

“Bila tidak juga dibatalkan, kami akan tetap terus menggelar aksi-aksi yang lebih besar lagi ke depannya,” tegas Willy.

Ketua Partai Buruh Sumut menambahkan, pihaknya dalam aksi nanti akan bersama elemen organisasi rakyat Sumut seperti KSBSI, KSPSI AGN, SPMS, KPBI, Serikat Petani Indonesia, Komunitas Ojek Online dan beberapa organisasi lainnya.

“Kami ingin mengingatkan pemerintah harus peka terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil yang semakin anjlok saat ini,” kata dia.

Jika BBM naik, maka otomatis semua harga harga kebutuhan pokok masyarakat akan mengalami kenaikan signifikan dan itu akan membuat rakyat kecil semakin miskin.

“Upah buruh sudah tiga tahun tidak naik, masyarakat ekonominya lesu dibantai Covid-19 dua tahun terakhir, ini malah BBM dinaikkan, di mana hati pemerintah saat ini,” ujar Willy.

Selain di gedung wakil rakyat, aksi bakal dipusatkan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl. Pangeran Diponegoro.

Beberapa poin tuntutan aksi selain kenaikan BBM, mereka juga sampaikan mengenai tolak UU Cipta Kerja atau omnibus law, naikkan upah buruh Sumut sebesar 15% pada 2023, dan turunkan harga sembako untuk rakyat.

“Aksi kami pastinya damai dan tertib, kami minta pihak kepolisian agar tetap humanis mengamankan jalannya aksi rakyat kecil di Sumut ini,” pungkasnya. (LM-02)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian