Liputan KOLOM

Di Balik Penggusuran PKL di Jalan Thamrin Kota Padang Sidempuan Menurut Perspektif Komunikasi dan Penyiaran Islam

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 Desember 2022 ā±ļø 2 Menit Baca

Oleh : Diana Mahasiswa Pascasarjana Prodi Komunikasi Dan Penyiaran Islam UIN Syahada Padangsidimpuan

 

Rabu, ( 30/11/2022 ) Satuan Polisi Pamong Praja ( SATPOL PP ) bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Sidempuan masih menyebar di sudut-sudut badan Jalan Thamrin. Mereka terus mengawasi Pedagang Kaki Lima ( PKL ) agar tidak lagi menghamparkan dagangan mereka di daerah yang dilarang Peraturan Daerah ( Perda Nomor 41 Tahun 2003 ).

Ari Arisandi seorang Anggota DPRD Kota Padang Sidempuan sangat menyayangkan selama ini pemerintah tidak pernah menggusur PKL di Jalan Thamrin dan sekitarnya. Dalam UU nomor 38 Tahun 2004 fungsi jalan adalah sebagai Ā jalan Umum, yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum dan tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat berjualan.

Sementara sudah lebih 10 Tahun para PKL menggunakan jalanan dan trotoar disekitaran jalan Thamrin untuk berjualan, sementara hal tersebut sudah tentu sangat mengganggu ketertiban lalu lintas, dan yang lebih parah nya kegiatan para PKL yang berjualan di tempat tersebut menimbulkan bau tidak sedap karena sampah yang berserakan.

Dalam Pandangan islam Kebersihan itu sebahagian dari iman. Oleh karena itu seharusnya kita sebagai orang-orang yang beriman sudah semestinya ikut serta dalam menjaga kebersihan. Karena kebersihan itu Pangkal kesehatan. Seperti kata pepatah ā€œ Mens Sana In Corpore Sanoā€ ( Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat ).

Dalam komunikasi Massa pemerintah harus hadir melakukan penertiban secara Humanis dengan persuasif, dan kalau dengan cara tersebut masih juga tidak bisa berjalan dengan baik, maka pemerintah juga punya hak melakukan tindakan preventif terhadap pelanggar aturan sebagai konsekwensi peraturan.

Kericuhan juga terjadi akibat penertiban tersebut, padahal Walikota Padang Sidempuan Isan Efendi Nasution sudah meminta para PKL pindah ke lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah. Para PKL diberi pilihan seperti pindah ke Pasar Tradisional Sagumpal Bonang, Pasar Batu dan Pasar Kodok. Namun para PKL tetap juga menilai Pemko Padang Sidempuan memberatkan Mereka, dengan alasan mereka harus beradaptasi dengan lokasi yang baru dan biaya sewa lapak yang cukup mahal.

Akibat kericuhan tersebut di paparkan oleh Kasat Pol PP Zulkifli Lubis, ada seorang personil Satpol PP atas nama Rory Jenrio menjadi salah satu korban, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka robek di bagian wajah dengan 10 jahitan. Selain personil keamanan, PKL juga ada yang dilarikan ke rumah sakit. Diantaranya Aswar Fauzi Hutasuhut.

Pasca penggusuran Pedagang Kaki Lima di Jalan Thamrin Kota Padang Sidempuan, Kantor Wali Kota Padang Sidempuan didatangi oleh Ratusan PKL. Para pedagang yang dominasinya kaum ibu membawa dagangan mereka seperti sayuran dan dagangan lainnya. Ucok Lubis salah satu Pedagang mengatakan kepada wartawan bahwa mereka sangat dirugikan akibat penggusuran tersebut. Dan akibat Para Pedagang yang terus protes Jalan Thamrin mengalami kemacetan.

Selama ini ternyata Pedagang Kaki Lima berasumsi mereka punya Hak berjualan di sepanjang pinggiran jalan, karena mereka mengakui selalu membayar sewa tempat dan kebersihan kepada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Dan selama ini bukan tidak ada penertiban yang dilakukan Tim Satpol PP, namun selama ini meraka hanya Bersuara keras untuk menakut-nakuti dengan berbagai ancaman yang dijuluki dengan julukan ā€œGertak sambalā€.

Persoalan Penggusuran Pedagang Kaki Lima di Jalan Thamrin Kota Padang Sidempuan merupakan Masalah Kita bersama yang harus kita selesaikan tanpa ada yang tersakiti. Baik pedagang yang datang dari luar Daerah maupun Pedagang yang asli orang Padang Sidempuan. Karena bagaimanapun para Pedagang merupakan Masyarakat yang turut membantu Pemerintah dalam menumbuhkan Ekonomi Rakyat.

Pedagang Kaki Lima Atau disingkat PKL merupakan istilah Penjual Dagangan yang melakukan aktivitas komersial di atas Daerah Milik Jalan (DMJ / Trotoar ) yang semestinya tempat mereka berjualan tersebut digunakan untuk pejalan kaki atau Pedestrian. Ada juga yang memberi istilah Pedagang kali Lima dengan sebutan Pedagang Gerobak. Istilah itu muncul dikarenakan Jumlah Pedagangnya ada Lima. Lima kaki yang dimaksud adalah dua Kaki Pedagang atau orangnya dan ditambah dengan tiga ā€œkakiā€ ( sebutan untuk roda gerobak ).

Ada beberapa Kata Bijak Padagang Kaki Lima

  1. Jangan pernah menyerah, karena menyerah itu akan membuat diri semakin labil dalam keterpurukan.
  2. Pedagang Kaki Lima itu adalah sebuah usaha bisnis yang modalnya kecil dan semua orang dapat melakukan nya.
  3. Disaat akhir pekan membuat sebagian orang memanjakan diri untuk refresing dan disaat itulah Pedagang Kaki Lima menjadi Solusinya.

 

Di bawah kepemimpinan Ir. Darmadi Erwin Harahap, S.pd, MM,MP telah memberi kajian dan Rekomendasi tentang solusi dan mengatasi kesembrautan Pedagang Kaki Lima dan juga mengatasi arus lalu lintas di sepanjang Jalan Thamrin Kota Padang Sidempuan. Camat Padang Sidempuan, Zulkifli Lubis yang kini menjabat sebagai Kasatpol PP Kota Padang Sidempuan, pernah memperbincangkan tentang cara menata pedagang dan juga teknik mengurangi kemacetan di area Jalan Thamrin, serta mendiskusikan bagaimana solusi penampungan bagi Pedagang Kaki Lima apabila fungsi Jalan dikembalikan.

Kelebihan Jualan Kaki Lima

  1. Tidak memikirkan sewa/beli toko. Bagi kami yang baru merintis jualan, menyewa atau membeli toko tentu sangat memberatkan…laah modal buat jualan aja harus cari dulu.
  2. Bisa berpindah tempat kapan pun. Ini yang saya suka, terkadang ada momen tertentu dimana ada satu tempat berkumpulnya banyak manusia. Contohnya ada wisuda mahasiswa, acara haji, pasar malam dll.

Kekurangan Jualan kaki Lima:

  1. Tidak punya tempat tetap. Maksudnya adalah sebagai penjual kaki lima kami selalu berebut tempat jualan, walaupun kita sudah biasa jualan di tempat A misalnya, tapi pada lain hari kita agak telat datang saja, pasti sudah ada orang lain yang menempati tempat yang biasa kami jualan. Kami tidak bisa mengklaim bahwa itu adalah tempat kami dan kami tidak berhak mengusir orang tersebut, karena memang kita tidak punya legalitas yang resmi. Jadi kalo jualan kaki lima yaa berlaku hukum alam dalam jualan kaki lima “SIAPA CEPAT, DIA DAPAT TEMPAT”
  2. Kepanasan dan Kehujanan. Namanya juga jualan kali lima, yang biasa buka dagangan di pinggir jalan, yaa kalo terang kepanasan, kalo hujan kehujanan.
  3. Jadi Incaran Satpol PP. Ini yang selalu kami khawatirkan, jika ada razia dari satpol PP. Memang kami menyadari jika jualan pagi sampai sore pukul 16:00 dilarang jualan di pinggir jalan apalagi jalan protokol. Tapi apalah daya, untuk urusan perut kami selalu main kucing – kucingan dengan satpol PP. Maklum pak, wong cilik lagi luru duit, durung due toko dewek dadi dagangane ning pinggir dalan bae…hehe
  4. Targetnya terbatas. Maksudnya adalah, karena kami jualan kaki lima maka yang melihat jualan kita adalah orang ITU – ITU AJA, yang sedang lewat di depan jualan kita. Dari banyak orang yang lewat mungkin hanya sekian persen yang tertarik dan bertanya – tanya, dari yang bertanya – tanya mungkin hanya beberapa persen yang membeli. Tapi Alhamdulillah rata – rata setiap hari ada aja yang membeli, tapi kadang pernah juga tidak ada yang beli…Begitulah nasib orang jualan, kadang laku, kadang tidak
  5. Bongkar Pasang Jualan. Kalo mau jualan kaki lima seperti kami, harus mau capek bongkar pasang jualan…yaa maklum lah belum punya kios sendiri
  6. Susah cari tempat sholat & WC. Bagi kami yang beragama islam, Sholat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun, kecuali wanita ada saat – saat yang membolehkan wanita boleh tidak sholat. Kami terkadang kesulitan mencari tempat sholat & WC, terkadang juga tempatnya jauh.

Ada beberapa Trik Nakal yang dilakukan Pedagang Kaki Lima

  1. Saos pedagang kaki lima

Saos pedagang kaki lima khususnya seperti jajanan bakso kojek, pentol, papeda, dll menurut Penulis punya cita rasa yang khas. Ketika Penulis membeli Bakso Kojek pada Pedagang Kaki Lima, PenulisĀ  menemukan saos yang terlalu encer, kebanyakan dicampur air. Tentu ini mungkin jadi trik menghemat bahan baku juga.. Namun kadang Penulis jadi merasa kurang puas dengan cita rasa sausnya.

  1. Sedotan minuman

Sedotan minuman warna – warni ini benar – benar khas Pedagang kaki lima. Penulis juga sangat menyukai mie ayam. Suatu hari pernah memergoki pemilik warung mie ayam mengambil sedotan bekas pelanggan yang datang sebelum saya. Saya pikir beliau akan memasukkannya ke tempat sampah daur ulang. Namun ternyata saya salah! Beliau mencelupkan sedotan itu ke dalam air ember bekas bilasan gelas, mengibaskannya sampai agak kering lalu memasukkannya ke dalam tempat sedotan di meja gerobaknya. Sejak kejadian itu saya sempat melarang Anak-anak untuk jajan di Pedagang Kaki Lima. Tapi bagaimanapun mereka melakukan hal tersebut semata-semata untuk menghemat.

Ada 5 Pelajaran hidup yang bisa kita teladani dari seorang Pedagang Kaki Lima

  1. Pandai memanfaatkan waktu sebaik mungkin

Menjadi seorang pedagang kaki lima ternyata tidak semudah yang kita lihat. Mereka harus pandai membagi waktu antara berbelanja, menyiapkan dagangan hingga sampai di tempat tujuan tepat waktu. Jika sudah terbiasa mengatur waktu dengan baik, maka dengan sendirinya kita akan punya karakter yang ulet dan rajin.

Intinya, jauh-jauh deh dari rasa malas!

  1. Mengajarkan untuk Hidup sederhana dan bersahaja

Mereka yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima pasti mengerti bagaimana susahnya mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Maka dari itu,mereka akan menggunakan pendapatan mereka dengan bijaksana, sesuai kebutuhan dan jauh dari gaya hidup berfoya-foya.Gaya hidup sederhana, bersahaja danĀ tidak suka neko-nekoĀ bisa menjadi teladan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  1. Tekun dan selalu bersyukur

Prinsip pedagang kaki lima ini mengajarkan kita untuk tetap tekun menjalani apapun pekerjaan kita, selama pekerjaan itu halal. Mereka selalu bersyukur atas berapapun pendapatan yang mereka peroleh.Ā  Dan yang paling penting adalah mereka tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

  1. Mengajarkan untuk bersabar dan selalu berbaik sangka pada Tuhan

Pedagang Kaki Lima menyambut rezeki dengan senyuman dan doa. Harapan mereka, semoga Tuhan melimpahkan banyak rezeki dan berkah. Seberat apapun perjuangan mereka ketika berdagang, mereka tidak pernah mengeluh, sebab mereka yakin bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia di mata Tuhan. Sedangkan tetap bersabar adalahĀ salah satuĀ kunci yang menguatkan mereka di kala rezeki terasa jauh. Mereka yakin,tuhan selalu bersama mereka dan mendengarkan setiap doa mereka. Filosofi hidup seperti ini bisa kamu jadikan pengingat ya, agar selalu ingat untuk berbaik sangka kepada Tuhan.

  1. Pandai mengolah Pendapatan

Pendapatan yang Pedagang Kaki LimaĀ  peroleh akan diolah kembali menjadi modal berbelanja hingga akhirnya mencapai keuntungan bersih. Dalam hidup pun demikian, kita harus bisa mengatur apa saja prioritas utama dalam kehidupan kita serta mengetahui kemana saja mengalirnya pendapatan kita.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian