ASB, Anak Petani Kecil Dari Jatigunung, Tulakan Yang Memiliki Ramuan Jampi Politik Jitu Kolaborasi Bertani dan Beternak. Satu Tujuan Demi Kuatnya Akar Demokrat
Pacitan – Dunia politik, bagi Arif Setya Budi, ibarat ruh yang bisa menjadi penggerak sendi-sendi kehidupannya.
Akan tetapi, dunia lain bukanlah hal yang dikesampingkan, ketika Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan ini, bersosialisasi dengan akar rumput.
Meski jauh dari keahlian akademik yang dimilikinya, namun tak salah bila pria yang saat ini dipercaya mengendalikan fraksi dari partai politik besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPRD Pacitan tersebut, untuk beradaptasi dan mencoba dunia lain yang mungkin tak lazim baginya.
Dunia lain dimaksud, yaitu bidang agraris atau sektor pertanian. Tak hanya itu politikus yang lebih dikenal dengan sebutan ASB ini, juga berusaha untuk melek di dunia peternakan.
Berat memang, tapi itulah figur seorang pemuda kampung yang selama ini dikenal sebagai aktivis pergerakan berjiwa petarung.
Bagi ASB, di alam fana ini, tak ada yang tak mungkin selama dijalani dengan sungguh-sungguh, tidak ragu -ragu, serta dibarengi perencanaan yang matang.
“Nek wani ojo wedhi-wedhi, nek wedhi ojo wani-wani”. Itulah pesan motivasinya.
“Hampir 250 juta penduduk Indonesia, sekitar 57 persennya bergantung dari sektor pertanian. Demikian juga dengan masyarakat di Pacitan, yang tak lepas dari bertani,” kata ASB, saat dikonfirmasi melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp, Kamis (09-02-2023).
Dilatari persoalan tersebut, selain concern di blantika politik lokal, ASB juga getol mengkampanyekan tata cara bertani dan beternak modern, dengan harapan akan terciptanya suatu perubahan terhadap tingkat pendapatan masyarakat.
Pendapatan yang terus meningkat, tentu juga akan ikut berkontribusi dalam mensukseskan program nasional, mengurangi angka kemiskinan yang selama ini menjadi persoalan klasik bagi pemerintah disemua tingkatan.
Disinilah kader Demokrat Pacitan, dituntut untuk bisa berpikir kognitif, membuka peluang, berkreasi dan terus memberikan wahana edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita berikan edukasi kepada mereka, bagaimana tata cara bertani yang prospektif dengan modal terbatas namun hasil melimpah. Demikian juga sektor peternakan. Saya berusaha agar generasi muda yang saat ini masih menganggur bisa berdaya. Tanpa modal, akan tetapi mereka bisa mendapatkan penghasilan,” tutur politikus yang tak lama lagi bakal meraih gelar doktoralnya itu.
Dari situlah, ASB menciptakan sentuhan -sentuhan lembut dan bermuatan edukatif, sehingga dunia politik yang merupakan soko guru kehidupannya, juga akan semakin membumi.
Diakuinya, untuk mewujudkan cita-citanya itu butuh perjuangan dan ketelatenan tingkat dewa.
Terutama memberikan penyadaran kepada masyarakat, bahwa di Pacitan ini sebenarnya kaya potensi sumber daya alamnya yang dapat memberikan kontribusi riil terhadap kantong-kantong perekonomian mereka.
Hal tersebut tentu perlu dibangunnya pentahelix sistem yang semakin masif dan visioner. Bukan hanya dari masyarakat petani atau peternak, akan tetapi pelaku politik praktis lainnya, diharapkan juga bisa ikut ambil bagian.
“Selama ini, politikus kita lebih concern dengan infrastruktur. Padahal seandainya mereka mau menyisihkan anggaran jaring aspirasi masyarakatnya, ya kurang lebih Rp 50 juta lah, mungkin bisa ikut andil mengurangi pengangguran.
Anggaran tersebut diperuntukkan untuk budidaya ikan lele, misalnya. Saya berkeyakinan setidaknya sudah bisa mengurangi 4-5 pengangguran.
Mereka bisa diberikan kesibukan untuk mengelola dan bagi hasil keuntungan saat panenan. Tanpa modal, tapi mereka bisa mendapatkan penghasilan,” beber politikus Demokrat yang mengaku terlahir dari seorang petani kecil di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan ini.
Masih menurut ASB, memang selama ini, entah itu petani, peternak, atau pembudidaya ikan tawar, buta jejaring perniagaan. Sehingga mereka phobia untuk mencoba menekuni usaha tersebut.
Tapi, kata ASB, jangan khawatir, pihaknya telah mempersiapkan jejaring perniagaan lintas kota, atau bahkan lintas pulau untuk bisa menerima hasil panenan petani dari Pacitan. Termasuk panenan budidaya ikan lele tersebut.
“Semua kembali pada niat dan kemauan. Saya terus melakukan pendampingan ke masyarakat sekalipun di tahap awal ini masih terfokus di wilayah Timur Pacitan.
Kedepannya, Insha Allah, diseluruh kampung SBY ini, akan bisa mengikuti, seiring semakin kuatnya akar Partai Demokrat di semua tataran masyarakat,” tandas ASB. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan