Liputan DAERAH

PJ Walkot Tebing Tinggi Berbagi Pengalaman Dan Pengetahuan Melalui Lesson Learned Webiner Seriess

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Maret 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68
COM. – Penjabat (Pj.) Wali Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi, S.Sos, M.TP berbagai pengalaman dan pengetahuan terkait inovasi unggulan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, yaitu “Eco UMKM Untuk Tebing Tinggi Sejahtera” melalui Lesson Learned Webinar Series, bertempat di Kantor Direktorat APEKSI, Rasuna Office Park III, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. Taman Rasuna Selatan, Kuningan JAKARTA. Rabu (15/3/2023).

Kegiatan Lesson Learned Webinar
series yang digelar oleh APEKSI bersama dengan PT. Surveyor Indonesia ini merupakan serangkaian acara yang ditujukan khusus untuk pemerintah kota seluruh Indonesia sebagai wadah sharing dan pembelajaran
dari pemenang program “Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) For Cities Tahun 2022 kepada peserta I-SIM for Cities.

APEKSI bersama dengan PT Surveyor Indonesia pada tahun 2022 telah menginisiasi program Rating dan Awarding SDGs untuk Pemerintah Kota, yaitu “Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities”. Program yang juga mendapat dukungan dari Kementerian PPN/ Bappenas melalui Sekretariat Nasional SDGs ini merupakan gerakan inisiatif dalam meningkatkan integrasi, sinergi dan kolaborasi Multistakeholders dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia ini.

Penyerahan penghargaan dari BAPPENAS terhadap program I-SIM for Cities ini telah dilakukan di awal Desember 2022, dengan menetapkan tiga pemenang utama dan 3 pemenang harapan untuk kategori pemerintah kota. Dimana Pemerintah Kota Tebing Tinggi meraih penghargaan terbaik ke-2 dari 74 Pemerintah Kota se-Indonesia.

Disampaikan Pj. Wali Kota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi, bahwa Produk inovasi unggulan “Eco UMKM” Kota Tebing Tinggi dilatarbelakangi dari dukungan Pemko Tebing Tinggi dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kapabilitas dan Sustainability UMKM, sehingga diharapkan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.

Adapun beberapa produk inovasi Eco UMKM Kota Tebing Tinggi diantaranya, Eco-Batik, Eco-Print, bioflok limbah perikanan darat yang bisa digunakan sebagai pupuk cair bahan pertanian, dan budidaya pisang kepok keling yang sekarang sudah ekspor ke negara Malaysia dan di-Retail di Kota Tebing Tinggi.

“Ada peningkatan penghasilan untuk pelaku Eco UMKM ini, sebelum adanya dukungan dari pemerintah kota (dari tahun 2017 – 2019) kalau kita hitung rata-rata penghasilan perbulan untuk pelaku UMKM Eco Print 2,75 juta/bulan, Bioflok ikan 3 juta/bulan dan keripik pisang 4 juta/bulan,” ungkap Pj. Wali Kota.

“Namun, setelah kita (Pemko Tebing Tinggi) turut mendukung dan ambil bagian untuk pengembangan inovasi ini, penghasilan rata-rata pelaku UMKM mengalami peningkatkan, yang mana penghasilan UMKM Eco Print menjadi 6,5 juta/bulan, Bioflok ikan 8 juta/bulan dan keripik pisang 13 juta/bulan,” lanjutnya.

“Kita berkomitmen dengan beberapa OPD menganggarkan UMKM ini. Hal ini yang terus kami kembangkan dan majukan. Dengan demikian kemitraan dengan masyarakat dapat kami lakukan dengan baik, kolaborasi untuk memajukan daerah kita masing-masing,” pungkasnya.

Dalam paparannya, Pj. Wali Kota Tebing Tinggi didampingi Kepala Bappeda Suheri Damanik, Kadis Kesehatan Muhammad Iqbal, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian dan Kabag Pemerintahan Ramadhan Barqah Pulungan. (Dipa)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian