Liputan BERITA

Menguak Demokratisasi Dalam Pilpres Di Negara Amerika

Ditulis oleh Liputan68 pada 1 Juni 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Pilpres di Indonesia tentu akan berbeda dengan Pilpres di negara Eropa. Sebut saja seperti di Amerika. Lalu bagaimana penyelenggaraan pemilu calon kepala negara di negeri Paman Sam tersebut?

Berikut catatan singkat Ketua LSM FCC Bandung Edi Suseno.

Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai negara milik “Paman Sam/US” selama ini dianggap sebagai kiblatnya negara demokratis di era millenial bahkan sejak abad ke 18 silam.

Kini negeri bekas koloni monarkhi Inggris yang merdeka sejak 1776 itu, telah mengalami pergantian presiden sebanyak 46 kali.

Ironisnya, meskipun negeri Paman Sam dikenal sebagai negeri demokratis di era modern dan berpenduduk kulit putih (white alone sebanyak 53 % dibanding 47% non white alone/blesteran) tersebut, baru sekali dipimpin oleh presiden yang memiliki warna kulit “blesteran” yaitu Barrak Obama (presiden ke 44).

Presiden berkulit blasteran ini menduduki jabatan presiden selama dua periode yakni 20 januari 2009 hingga 20 januari 2017.

Artinya, negeri yang menjadi pelopor demokrasi dunia ini baru siap dipimpin oleh warga negara yang berkulit blesteran setelah negara itu berumur 244 tahun sejak kemerdekaannya dan baru satu kali “Barak Obama”.

Lalu akankah negeri antah berantah yang baru berumur 78 tahun ini akan melampaui negerinya Paman Sam dengan memilih pemimpin dari warga “blesteran”? Semoga saja warga negeri ini lebih dewasa, lebih toleran dan lebih adaptif dari pada negeri Amirkan.(****)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian