Liputan BERITA

Flue Mewabah, Dinkes Pacitan Siagakan Obat-Obatan Dan Gencarkan Sosialisasi Sampai Ke UPT Puskesmas

Ditulis oleh Liputan68 pada 9 Agustus 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Merebaknya serangan flue seiring terjadinya pergantian musim di awal Agustus ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, telah menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalisir sebaran penyakit mirip Covid-19 tersebut. Demikian pula jenis obat-obatan yang tergolong fast moving juga sejak dini telah mereka persiapkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan setempat, Daru Mustikoaji mengatakan, perubahan iklim di wilayah Kabupaten Pacitan secara langsung berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan.

“Iklim dan cuaca adalah komponen fisik dari suatu ekosistem. Jika ada beberapa perubahan dalam komponen fisik dari ekosistem, itu akan memiliki efek pada kejadian dan pola penyebaran penyakit influenza,” kata pejabat yang banter dikabarkan bakal segera dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan, saat dikonfirmasi Rabu (9/8).

Influenza (flu), sambung Daru, adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit ringan sampai penyakit berat.

Penyebab influenza adalah virus RNA yang termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae yang dapat menyerang burung, mamalia termasuk manusia.

“Virus dapat ditularkan melalui air liur terinfeksi yang keluar pada saat penderita batuk, bersin atau melalui kontak langsung dengan sekresi (ludah, air liur, ingus) penderita,” jelas putra kandung dari tokoh pendidikan Pacitan, Untung Soedjadi ini.

Daya tahan tubuh seseorang, jelas Daru, akan sangat berpengaruh terhadap berat ringannya penyakit tersebut. Daya tahan tubuh dipengaruhi oleh pola hidup seseorang.

Flu sendiri merupakan suatu penyakit yang self-limiting, dimana bila tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, maka setelah 4-7 hari penyakit akan sembuh sendiri.

Mengantisipasi terjadinya epidemi (peningkatan kasus) penyakit influenza yang secara epidemiologi meningkat pada saat terjadinya perubahan kondisi lingkungan, pemerintah daerah menjamin bahwa ketersediaan obat–obatan dan sediaan farmasi di Kabupaten Pacitan berada di level aman dan mencukupi sampai dengan bulan Juni 2024.

Tingkat ketersediaan obat dan sediaan farmasi di Puskesmas telah dilakukan monitoring secara rutin demikian pula distribusi obat-obatan dari Gudang Farmasi ke Puskesmas dilakukan sedikitnya 1 bulan sekali untuk memastikan tidak terjadi kekosongan obat di Puskesmas.

“Obat flu dapat diperoleh tanpa resep dokter, karena merupakan golongan obat bebas. Masyarakat perlu berhati-hati dalam pemilihan obat flu, harus didasarkan pada gejala-gejala flu yang terjadi.

Masyarakat juga perlu memperhatikan komposisi obat flu yang diminum agar komponen obat sesuai dengan gejala flu yang dialami dan mengenali efek obat yang tidak diinginkan atau efek samping obat yang mungkin dapat terjadi,” beber dokter yang lama bertugas di RSUD dr Darsono ini pada wartawan.

Bagi mereka terserang flu dengan gejala ringan untuk beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan fisik berlebihan, meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi dengan makanan berkalori dan protein yang tinggi untuk menambah daya tahan tahan tubuh.

“Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin, banyak minum air dan sari buah akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam.

Penanganan yang tepat dan rasional terhadap penyakit, termasuk flu akan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi penyakit serta biaya pengobatan, untuk itu masyarakat perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten,” pesan Daru. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian