Kader Gerindra Pacitan: Prabowo Presiden, Harga Mati. Bergabung Di Pemerintahan Jokowi, Semata-Mata Demi Keutuhan Bangsa dan Negara
Pacitan,Liputan 68.com- Kader Gerindra di Pacitan, Sediono tegas menolak seandainya Prabowo Subianto akan bergabung dengan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden.
Politikus yang lebih akrab disapa Gus Dion ini mengatakan, awalnya Menteri Pertahanan di Kabinet Presiden Jokowi itu tidak akan maju sebagai calon RI 1.
Namun karena desakan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra se Indonesia, akhirnya Prabowo berkeinginan lagi untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024.
“Keputusan Munas Gerindra di Bogor seperti itu. Prabowo maju sebagai calon RI 1 dan bukan sebagai calon R1 2,” tegas pria yang juga sebagai anggota Komisi IV DPRD Pacitan ini, Ahad (24/9).
Gus Dion tak menampik, apabila saat ini Prabowo dikatakan sebagai representasi pemerintahan Jokowi. Akan tetapi perlu dipahami, sikap lunak Prabowo untuk bergabung di jajaran Kabinet Presiden Jokowi, semata-mata karena rakyat.
“Beliau tak menginginkan rakyat dan bangsa ini terpecah belah hanya karena beda pilihan. Banyak pendukung yang saat itu tidak berkenan dengan masuknya Pak Prabowo di Kabinet pemerintahan Jokowi.
Namun sebagai negarawan, Prabowo tidak menginginkan perbedaan itu terus berlanjut hingga akhirnya beliau berkenan bergabung di jajaran pemerintahan Presiden Jokowi, sekalipun hujatan datang bertubi-tubi,” jelasnya.
Oleh sebab itu, di Pilpres 2024 nanti, sambung Gus Dion, Prabowo harus bisa tampil menjadi calon RI 1. Kalaupun bergabung dengan kubu Ganjar Pranowo, tetap di posisi calon presiden bukan calon wakil presiden.
“Bagi kami (Gerindra), Presiden itu harga mati. Prabowo harus tampil sebagai calon presiden dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan bukan sebagai calon wakil presiden.
Kalau hanya sebagai calon wakil, kami Gerindra Pacitan tidak akan mendukung. Presiden harga mati,” tandasnya.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan