Liputan BERITA

Indra Widya Agustina, Figur Sentral Yang Menguatkan Akar Demokrat Di Pacitan. Modal Untuk Menikah, Ia Korbankan Untuk Perjuangan Partai

Ditulis oleh Liputan68 pada 12 Oktober 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Mencapai puncak kejayaan, tentu tak lepas dari kilas balik perjuangan sangat berliku dan melelahkan. Sama halnya dengan perjuangan Partai Demokrat yang kala itu berhasil menjadi partai pemenang pemilu dibawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ketokohannya diakui dunia internasional.

Namun keberhasilan tersebut, tentu tak lepas dari peran multi pihak. Bukan hanya seorang SBY, akan tetapi keluarga besar dan juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jatim, Indra Widya Agustina, mengatakan ketika Demokrat baru lahir, kisaran Tahun 2003-2004 silam, masyarakat masih sangat awam tentang apa dan siapa partai tersebut. Siapa juga pendirinya, masyarakat masih buta.

Demikian juga di Pacitan, bukan hal yang mudah untuk meyakinkan kalau Demokrat itu kelahirannya di bidani oleh SBY. “Dari sejarah itulah, saya sebagai bagian keluarga besar Pak SBY, ikut terpanggil untuk terjun di dunia politik. Tujuan utama, yaitu mengenalkan kalau Demokrat adalah partai milik SBY.

Alhamdulillah ketika itu banyak pihak-pihak yang ikut membantu meyakinkan masyarakat,” kata caleg DPRD Dapil VII Jatim ini, saat bertandang ke kediaman salah seorang pengusaha di Pacitan, Kamis (12/10).

IWA begitu kakak kandung dari Bupati Indrata Nur Bayuaji ini akrab disapa mengungkapkan, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan untuk meyakinkan masyarakat, kalau Demokrat ada karena SBY. Terlebih klaim-klaim dari partai lain, kalau Demokrat bukanlah partai milik SBY, begitu masif.

“Beruntung saja kala itu saya punya video player yang memuat cerita tentang Demokrat dan Pak SBY sebagai pendirinya. Selain itu juga ada album foto yang banyak bekisah tentang Demokrat dan SBY.

Itu modal saya untuk meyakinkan masyarakat kalau Demokrat benar-benar partai milik SBY,” cerita IWA.

Sebagai partai yang baru berdiri, sambung IWA, tentu banyak keterbatasan. Utamanya sumber pendanaan. Akan tetapi, hal tersebut justru menjadi pelecut. Sampai-sampai, uang pribadinya hasil dari usaha kecil-kecilan, ia sumbangkan untuk pergerakan.

“Saat itu saya ada untung sedikit dari hasil usaha kecil-kecilan. Ya sekitar 30 jutaan. Uang itu awalnya untuk modal menikah. Tapi akhirnya saya pergunakan perjuangan partai, agar Demokrat bisa dikenal masyarakat di Pacitan,” beber IWA.

Masih di kesempatan yang sama, IWA juga menuturkan, onak dan duri terus menerpa perjuangannya dalam mengenalkan partai milik pamannya tersebut. Selain keterbatasan pendanaan, IWA juga mengakui banyaknya tekanan dan ancaman dari pihak lain.

IWA juga mengaku sering diancam, akan tetapi semua itu tak membuatnya ciut nyali. “Tekanan sangat luar biasa. Demikian juga ancaman-ancaman. Saya sikapi dengan kepala dingin. Yang terpenting Demokrat harus di kenal masyarakat sebagai partai milik SBY,” tuturnya.

Tak hanya sampai disitu, untuk penguatan struktur partai, IWA bersama komunitas segarisnya juga mengagas pendirian ormas sebagai skoci pemenangan Demokrat dan juga SBY sebagai calon presiden.

Ormas tersebut ia namai Komunitas Masyarakat Pacitan (KMP). “Inisiatif teman-teman, kami bersama mendirikan organisasi (KMP) yang bisa memberi penguatan Demokrat yang baru lahir. Dan juga sebagai elemen dukungan buat Pak SBY untuk maju sebagai calon presiden,” tandasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian