Tips Jitu Kadinkes Pacitan Bagi Lansia: “Menolak Tua” Meski Usia Menjelang Senja
Pacitan,Liputan 68.com- Menolak tua. Setidaknya, rangkaian kata diatas bisa dijadikan sebagai penyemangat bagi kaum lanjut usia untuk tetap terpacu menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima sekalipun usia sudah tak muda lagi.
Kulit yang mulai keriput serta rambut bertabur uban, dibarengi menurunnya berbagai fungsi indera, tak lantas menjadikan kendala untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan di masa senja. Usia renta, bukanlah suatu alasan bagi siapapun untuk tetap menjaga kebugaran jasmaniah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Daru Mustikoaji mengatakan dua rangkaian kata penuh makna yaitu “menolak tua” sering di lontarkan oleh masyarakat.
Tentunya mereka yang mengatakan kalimat tersebut adalah kelompok masyarakat yang usianya mendekati atau bahkan sudah pra lansia maupun lansia
“Kalimat tersebut di atas bisa kita ambil baik dari sisi negatif maupun positif tergantung kita yang mencernanya. Semangati diri untuk selalu mengikuti perkembangan jaman bisa juga di artikan menolak tua meskipun perjalanan bertambahnya usia tak mungkin ditunda,” ujar dokter umum yang lama bertugas di RSUD dr Darsono Pacitan ini, Jumat (3/11).
Dikatakan Daru, pra lansia bila berada dalam rentang usia 45-59 tahun
Sedang usia > 60 tahun sudah masuk kategori lansia. “Seperti halnya memasuki masa remaja yang diperlukan banyak ilmu untuk menyelesaikan masalah. Tak beda juga saat memasuki usia lansia,” jelas dia.
Masih kata Daru, banyak ilmu yang harus dipelajari guna mempersiapkan diri menyambut masa tua yang bahagia. Antara lain, tetap aktif dalam berkegiatan fisik maupun kegiatan sosial sesuai kemampuan.
Kemudian menjaga berat badan untuk ideal, istirahat yang cukup, menjaga hubungan baik dengan orang lain, tetap belajar dengan membaca agar ingatan tetap terjaga dengan baik, memeriksakan kesehatan secara rutin dan apabila di temukan penyakit degeneratif (DM, hipertensi, jantung, osteoporosis dll) agar tetap mematuhi saran dokter untuk berobat secara teratur.
“Tak lupa juga mengkonsulkan kebutuhan gizi kepada tenaga kesehatan serta meningkatkan ibadah dan rasa syukur serta penuhi hati dengan keyakinan diri bahwa mampu menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap menjadi lansia pintar,” pesannya.
Lansia pintar adalah lansia yang mau menerima perubahan dan mengambil unsur positif dari perubahan tersebut. “Hal ini akan menjadikan para lansia mampu mengikuti perkembangan jaman dan bersanding hidup bahagia dengan anak dan cucu,” pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan