Liputan KOLOM

Seniman, Akan Seperti Apa Kita Nanti?

Ditulis oleh Liputan68 pada 10 Desember 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Jones Gultom

Diskusi dan bedah buku “Kado untuk Indonesia” bersama Pastor Paskalis Tumarno, O Carm dan para seniman, budayawan dan cendikiawan lintas agama di Gereja Katolik Paroki St Paulus Pasar Merah, Medan yang digagas Deli Art Community, Jumat 8 Desember 2023.

Melihat kekinian, barangkali kita mesti bersiasat. Bagaimana menjaga dan mempertahankan keutuhan kesenian dengan ruang-ruang yang ada di dalamnya. Saya merasa kecenderungan kesenian semakin terhilangkan daya mistisnya. Karena kesenian saat ini, lebih dipahami sebagai panggung pragmatis yang ekonomistik.

Sebetulnya kegelisahan ini sudah mulai dirasakan para seniman, setidaknya sejak dua dekade lalu. Tetapi seniman masih belum cukup yakin, perubahan itu akan terjadi sedemikian radikal.

Hingga kemudian zaman inipun datang. Dimulai dengan revolusi teknologi komunikasi informasi : dimensi yang paling hakiki bagi semua makhluk. Pandemi menjadi mesin percepatannya.

Dunia pun bergeser. Pola hidup dan laku manusia berubah. Proses dilompati. Manusia tidak memerlukan waktu untuk menguji ketahanan dirinya.

Itu terjadi dimana-mana. Pada aspek apa saja. Orang-orang bisa menjadi apa saja secara tiba-tiba. Berpindah dari satu ruang ke ruang lain. Entah bagaimana, hal itu bisa terterima begitu saja.

“Abad yang Berlari” kata penyair Afrizal Malna. Abad yang mencuekin prinsip-prinsip konservatif : yang merasa perlu bertalian dengan nilai-nilai.

Bagaimana kita berhadapan dengan “generasi langit” ini. Generasi yang kata Cak Nun, tiba-tiba hadir dan langsung menjadi world generation. Generasi yang belum sempat memetakan dirinya, namun sudah memiliki kuasa.

Bagaimana kita menghadapi situasi seperti ini. Bagaimana kita membangun dialektika? Dan bila itu pun coba kita pertahankan, bagaimana cara mengukurnya?

Seniman, akan seperti apa kita nanti?Jika apa yang kita baca, kita reduksi, hayati, bangun dan pertahankan, terbuang begitu saja di ujung jempol seseorang. ***

Penulis adalah seniman dan jurnalis di Kota Medan

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian