Sejarah Sendang Joholanang Peninggalan Sunan Kalijaga
Oleh: Dr Purwadi M.Hum.
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA Hp 087864404347)
A. Mata Air Bening.
Sumber mata air bening bernama Joholanang. Terletak di desa Joholanang kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman. Tapel wates dengan Manisrenggo Klaten. Kawasan yang menjadi pusat kreasi seni klasik sejak jaman kerajaan Pengging.
Adhuh segere banyune ing sendhang,
Ilang kesele wis mari le mriyang,
Banyune bening nyegerake ati,
Kudu sing eling mring tindak kang suci.
Air mengalir dari gunung Merapi yang terkenal bersih bening. Rembesan air ini cocok untuk irigasi pertanian. Padi, jagung, palawija, pala pendhem, pala kitri, pala kesimpar, pala kitri tumbuh subur. Otomatis mendapatkan kemakmuran.
Ragam tanaman dan hewan piaraan merupakan kegiatan ekonomi pokok. Guna mewujudkan suasana negeri kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.
Alam sekitar sendang Joholanang sungguh indah permai. Gunung Merapi, Kali Opak, sawah, kebun luas menghampar. Tampak ijo royo royo, ijem riyem riyem. Sedap mata memandang lingkungan sendang Joholanang. Tepat sebagai tujuan wisata budaya.
Kawasan sendang Joholanang merupakan tempat peninggalan benda purbakala. Sebelah selatan sendang terdapat kompleks candi kuno. Sebut saja candi Prambanan, Plaosan, Kalasan, Sojiwan, Banyuniba. Perjalanan wisata bisa diarahkan menjadi satu paket. Alam dan sejarah menyatu dalam kunjungan perjalanan.
Lingkungan sendang Joholanang terdapat banyak nama Martani. Misalnya Wedhamartani, Minomartani, Purwomartani, Bimo Martani, Widodo Martani. Kata martani bermakna kehidupan. Marta artinya hidup. Inilah wilayah binaan Ki Ageng Juru Martani. Sesepuh kerajaan Mataram yang waskitha wicaksana.
Demikian penting keberadaan sendang sebagai sumber mata air. Maka ada lelagon rakyat yang bernilai filosofis. Idealisme mesti bermuatan tontonan tuntunan dan tatanan.
Wisata Sendang Joholanang menawarkan perspektif historis kultural dan filosofis. Dari sisi historis terkait dengan berdirinya Kerajaan Demak Bintara pada tahun 1478 yang didukung oleh Wali Sanga.
Unsur ajaran Hindu, Budha, Islam dan Jawa terdapat dalam lingkungan sendang. Ada pohon pandan serap yang menganjurkan cinta seserepan, kawruh, pengetahuan. Orang hidup mesti berlandaskan keilmuan.
Adanya pohon padmonobo penting direnungkan. Padmo berarti kembang. Nobo berarti wadah. Padmonobo merujuk pada ajian Prabu Kresna raja Dwarawati. Kembang Wijaya kusuma bisa menjadi sarana pengobatan. Pohon padmonobo punya kasiat untuk penyembuhan.
Pohon beringin putih lambang cita cita luhur, dengan niat suci. Inilah makna sendang Joholanang yang digunakan untuk sesuci diri. Beringin kembar lanang wedok merupakan pasangan dunia yang selalu harmonis. Hadiah buat daerah berprestasi adalah kalpataru. Inilah yang mengacu pada kelestarian lingkungan yang penuh idealisme. Gagasan besar tentang tata lingkungan yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga secara turun temurun.
B. Wedharan Luhur.
Kanjeng Sunan Kalijaga mewariskan Sendang Joholanang sebagai sarana menyimpan tirta perwita sari. Yakni air kehidupan yang berguna untuk mengokohkan kekuatan lahir batin. Begitulah ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga guru suci ing Tanah Jawi. Dari sisi kultural selalu berprinsip momong momor momot.
Momor berarti mampu untuk bergaul, sosialisasi dan komunikasi. Dari sisi filosofis wejangan itu berhubungan dengan wulang wuruk kautaman. Wedharan ini dihayati pula oleh pembesar Kraton Pajang sejak tanggal 24 Juli 1546.
Adapun momot berarti mampu untuk menampung beragam aspirasi rakyat. Bhinneka Tunggal Ika. Sendang Joholanang secara simbolis mengajarkan ilmu sangkan paraning dumadi.
Momong mengandung makna mengasuh. Asah asih asuh. Manusia dan alam saling memerlukan. Buku tentang Sendang Joholanang ditulis oleh Mr Zail. Karya yang bagus ini telah memberi sumbangan berharga buat mengasah beningnya peradaban. Mari kita baca dengan saksama.
Kesadaran ekologis dan teologis menempati komposisi harmonis. Masjid Al Munawarroh menumbuhkan kesadaran teologis ketuhanan. Agar terjaga kualitas iman ilmu amal. Kesadaran teologis ini dihayati oleh murid Sunan Kalijaga yang mendirikan kerajaan Mataram tahun 1582.
Aspek cipta rasa karsa diimbangi adanya pohon padmonobo, pandan sirap, ringin putih. Pepohonan mengayomi watu gilang tempat sholat Sunan Kalijaga.
Wedharan dalam lingkungan sendang Joholanang ini mengandung nilai simbolis. Ajaran pasemon ini tentu mencerahkan. Murih padhanging sasmita.
Sri Susuhunan Amangkurat Agung pernah melakukan siram jamas di sendang Joholanang pada tanggal 14 Juni 1647. Ritual ini buat ketentraman seluruh rakyat negeri.
Sendang Joholanang peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga layak untuk dikaji, digunakan secara tepat dan dijaga. Biar selalu pinanggih rahayu lestari.
(LM-01)

Tinggalkan Balasan