Perlunya Nutrisi Hewani Untuk Mencegah Stunting. Begini Penjelasan Nutrisionis RSUD dr Darsono Pacitan, Esti Setianingsih
Pacitan,Liputan 68.com- Kasus stunting, masih menjadi momok menakutkan selama ini. Pemerintah disemua tingkatan berkomitmen tinggi untuk memberangus kasus penyakit yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak tersebut.
Tidak terkecuali di Pemkab Pacitan, Bupati Raden Mas Tumenggung Indrata Nurbayuaji, melalui instansi terkait, baik itu Dinas Kesehatan maupun RSUD dr Darsono, menekankan pentingnya penanganan stunting secara pentahelix.
Nutrisionis, RSUD dr Darsono, Esti Setianingsih dalam siaran persnya mengatakan, protein hewani dapat diserap tubuh secara sempurna dan memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap dan bermanfaat untuk tumbuh kembang anak seperti untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Selain itu juga membentuk hormon dan membantu perkembangan otak bayi dan balita.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Tahun 2019, lanjut dia, kebutuhan protein untuk bayi usia 6 s/d 11 bulan sebesar 15 gram, untuk anak usia 1-3 tahun sebesar 20 gram, untuk anak usia 4-6 tahun sebesar 25 gram dan untuk anak usia 7-9 th sebesar 40 gram.
“Sejak awal pemberian mp asi si kecil, perlu diperkenalkan lebih awal berbagai olahan mp asi yang mengandung protein hewani seperti daging sapi, ikan, daging ayam dan telur dengan kandungan protein hewani sekitar 13-31 gram,’ ujarnya, Kamis (25/1).
Di kesempatan tersebut, Esti memberikan tips jitu untuk mencegah stunting. Yaitu, mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan gizi seimbang sejak kehamilan dengan cara mengkonsumi tablet tambah darah rutin dan konsumsi bahan makanan kaya protein hewani selama hamil.
Kemudian memberikan asi eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan. Tak lupa, juga memberikan mp asi kaya akan protein hewani pada bayi diatas usia 6 bulan.
Lain itu juga memantau pertumbuhan dan perkembangan anak di posyandu secara berkala. “Dan, menjaga kebersihan lingkungan. Apabila anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang gizi mp asi dan makanan sehat untuk balita dapat berkunjung ke poli konsultasi gizi RSUD dr Darsono,” bebernya.
Di kesempatan yang sama Esti juga menyampaikan ucapan selamat hari gizi ke 64, mp asi berkualitas untuk generasi emas.
Sebagai penutup, Esti juga menginformasikan, beberapa jenis pelayanan yang ada di Instalasi Gizi yang ada di RSUD dr Darsono.
Diantaranya, pelayanan gizi rawat jalan. Menurut dia, poli konsultasi gizi rawat jalan tersebut menerima pasien konsultasi dari poli rawat jalan misalnya dari, poli penyakit dalam, kasus yang sering adalah diabetes mellitus.
Poli anak kasus yang sering adalah balita stunting dan gizi buruk, Poli Lansia kasus yang sering adalah kasus hipertensi dan kasus jantung.
Untuk pelayanan gizi rawat inap,
setiap pasien yang dirawat mendapatkan asuhan gizi rawat inap dari nutrisionis yang bertugas di masing-masing ruang perawatan.
Kemudian, pasien dengan kasus tertentu seperti DM, jantung, stroke, hipertensi setiap akan pulang rawat inap diberikan konsultasi gizi oleh nutrisionis di ruang rawat inap tersebut.
“Kegiatan penyelenggaraan makanan, yaitu
instalasi gizi menyediakan makanan untuk pasien rawat inap sesuai dengan diagnosa medis dokter, kondisi klinis pasien serta kebutuhan gizi pasien.
Instalasi gizi dipimpin oleh 1 kepala instalasi gizi, 12 Nutrisionis, 2 staf penunjang diagnostik dan logistik, 9 tenaga pengolah makanan dan 12 pranata jamuan,”pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan