Liputan BERITA

Mantan Ketua KPU Pacitan: Gagarin Waktunya Melawan, Tapi Ingat Jago Dari Demokrat Semakin Kuat. Begini Penjelasannya

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Februari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Perhelatan Pilbup serentak 2024 masih akan berlangsung di November mendatang. Kendati demikian, tahapan pemilihan calon kepala daerah tersebut, terus berjalan.

Sementara siapa bakal calon yang hendak naik ke pentas politik di Pilbup Pacitan, memang masih menjadi misteri besar bagi masyarakat setempat.

Salah seorang tokoh Ormas di Pacitan, Damhudi mengatakan, selama ini Pacitan seakan lekat dengan klaim sosio politik-Demokrat- dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Dari hasil hitung cepat Pileg 2024, Demokrat hampir bisa dipastikan kuasai 40 persen kursi DPRD. Artinya secara regulasi, Demokrat mampu berangkat sendiri tanpa harus berkoalisi.

Tinggal menentukan siapa bakal calonnya yang dipandang memenuhi syarat, utamanya dari ketokohan dan kefigurannya,” kata mantan Ketua KPU Pacitan ini, saat dikonfirmasi dikediaman pribadinya, Selasa (27/2).

Menurut pria yang juga sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu, dengan bermodalkan perolehan suara terbanyak dan 40 persen kursi Parlemen, Demokrat harus lebih percaya diri untuk mengusung pasangan calon dari internalnya tanpa menggandeng calon dari kader partai lain. “Kalau sampai menggandeng kader dari partai lain, stigma masyarakat akan berkata lain. Demokrat akan dinilai kurang percaya diri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Damhudi mengungkapkan, seandainya Demokrat benar akan mengusung paslon dari internalnya, fenomena ini diprediksi akan menjadi penyemangat dari partai lain untuk mencoba peruntungan melawan paslon yang diusung Demokrat.

Sebut saja, sambung Damhudi, seperti ketokohan dari Wabup Pacitan, Gagarin. Selama ini, tak sedikit suara publik yang banter mewacanakan agar Ketua DPD Golkar Pacitan itu, cancut tali wandono, turun gunung dan maju sebagai calon bupati.

Sekalipun fakta politik yang ada, Gagarin hanya rela dan pasrah sebagai pendamping Bupati Indrata Nur Bayuaji.

“Gagarin harusnya berani. Sebab figur itu nggak mungkin larut. Figur selalu mewarnai. Meskipun, moment puncak itu sudah berlalu. Harusnya di Pilbup 2020 lalu, Gagarin berani fight melawan jago dari Demokrat,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan peta politik saat ini? Menurut Damhudi, chance sebenarnya masih terbuka. Sekalipun lawan yang akan dihadapi Gagarin, saat ini semakin bertambah kuat. “Probabilitas masih ada. Namun sekali lagi, faktor SBY masih menjadi bayang-bayang kuat bagi calon dari Demokrat.

Jadi siapapun yang akan melawan jago Demokrat, memang dibutuhkan energi tak sedikit. Baik ketokohannya, ataupun kemampuan-kemampuan lainnya,” jelas dia. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian