Liputan DAERAH

Cinta Kasih yang Tulus dalam Dharmasanti Waisak 2568 di Nusa Tinggi Toleransi

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Mei 2024 ⏱️ 2 Menit Baca
Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (Permabudhi NTT), Indra Effendy ketika diwawancarai media

NTT, Liputan68.com- Waisak merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Buddha.

Waisak bukan hanya merayakan kelahiran Sang Buddha Gautama, tetapi juga merayakan proses sang Buddha menuju kesempurnaan, hingga wafatnya sang Buddha.

Pada Senin, 27 Mei 2024 malam, umat Buddha di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar syukuran Dharmasanti Waisak 2568 TB/2024. Acara ini berlangsung di Hotel Harper Kota Kupang.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (Permabudhi NTT), Indra Effendy mengatakan, makna waisak bagi umat Buddha yakni menularkan kebaikan dalam hidup.

“Kita tahu bersama bahwa semua agama tentu mengajarkan hal cinta kasih, mengasihi sesama manusia. Kita semua satu,” ucap Indra Effendy.

Lebih lanjut dijelaskannnya, seperti tadi dalam penyalaan lilin lima warna melambangkan berbagai suku dan etnis, jadi bahwa keberagaman itu sebuah keniscayaan dalam mepertahankan persatuan dan perdamain.

“Dari keberagaman itu mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Indra.

Indra menjelaskan, dalam perayaan Dharmasanti Waisak ini bukan hanya sekedar suka cita, tetapi lebih mempererat hubungan antara internal umat Buddha, umat Buddha dengan umat beragama lainnya dan hubungan umat Buddha dengan pemerintah.

Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC yang diwakili Asisten I Setda NTT, Dra. Bernadeta Usboko mengajak umat Buddha di Provinsi NTT untuk terus menjaga dan melestarikan keberagaman dan toleransi.

“Tetap menjalankan kehidupan bersama dengan penuh rasa persaudaraan dan harmonis di Nusa Tinggi Toleransi ini,” ucapnya.

“Kesadaran dalam menularkan cinta kasih menjadi landasan dalam mewujudkan kesejahteraan,” tutur Bernadeta.

Untuk diketahui, dalam memperingati perayaan Waisak ini terdapat berbagai kegiatan sosial yang dilakukan umat Buddha di NTT, diantaranya ; apel penghormatan dan tabur bunga di taman makam Pahlawan juga bakti sosial donor darah. ***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian