Gelar Pesta Perpisahan Secara Meriah, Namun Ringan Di Kantong. Ini Yang Dicontohkan SDN Bolosingo, Pacitan
Pacitan,Liputan 68.com-Banyak cara dilakukan satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Pacitan, untuk melepas siswa didiknya setelah mereka tamat pembelajaran untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Bahkan untuk menciptakan kemeriahan acara perpisahan, tak jarang satuan pendidikan bersama komite sekolah harus merogoh kocek dalam-dalam untuk melaksanakan agenda tahunan tersebut.
Namun ada yang sedikit berbeda, seperti yang dilakukan di SDN Bolosingo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan baru-baru ini.
Satuan Pendidikan dasar dibawah kendali Suyitno itu menggelar tasyakuran pelepasan siswa-siswi kelas VI dengan gelar pesta cukup meriah, namun dengan biaya sangat cupet.
Bahkan nyaris zero cost, namun prosesi perpisahan berlangsung hangat dan meriah.
Dengan memanfaatkan sebuah taman mini yang indah dan asri di lingkungan sekolah, siswa-siswi berbaur melaksanakan pesta perpisahan besama para wali murid dan juga jajaran komite sekolah.
“Ini perpisahan ala ndeso Mas (wartawan). Mungkin kalau sekolah lain sewa gedung. Untuk mendidik anak cucu kita agar bisa hidup hemat, kita cukup memanfaatkn taman kecil yang ada di lingkungan sekolah,” kata Kepala SDN Bolosingo, Suyitno.
Menurutnya dengan tersedianya taman-taman kecil di lingkungan sekolah, secara tidak langsung satuan pendidikan yang berlokasi sekitar 7 Km dari pusat kota itu, ikut mendukung lingkungan bersih, nyaman dan aman serta sedap dipandang.
“Dan ini merupakan satu-satunya taman yang ada di SDN di Kecamatan Pacitan, yang pengerjaanya hasil kolaborasi dengan orang tua murid.
Demikian pula persiapan tempat pelepasan inipun dilakukan orang tua tua murid kelas 6. Taman sekolah ini bernana Distinasi Park SD Bolosingo. Disamping memanfaatkan lahan kosong yang liar, taman ini kami disain untuk mendukung pembelajaran.
Jadi kelas bukan satu- satunya tempat belajar. Alternatif lain yang kami siapkan adalah taman sekolah. Sebagai wahana baru untuk belajar dan memupuk karekter siswa-siswi kami di SDN Bolosingo ini,” jelas guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah ini pada media.
Menurutnya, usai prosesi pelepasan siswa-siswi kelas VI, masih ada agenda lain yang cukup penting dan segera dipersiapkan.
Salah satunya yaitu penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Mari kita ciptakan PPDB yang aman dan nyaman sesuai Perbup yang ada. Pada prinsipnya, siswa-siswi di Desa Bolosingo, ya harus sekolah di SDN Bolosingo sesuai zonasi yang diatur dengan Perbup Pacitan,” tegasnya.
Agenda selanjutnya, sambung Suyitno, yaitu transisi SD-Paud yang menyenangkan. “Sekarang ini, masuk SD tidak lagi menggunakan sistem calistung.
Masa pengenalan lingkungan selama tiga hari, dua minggu assesment awal dengan penciptaan pembelajaran yang menyenangkan. Ini harus kita sukseskan selalu,” pesannya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan